Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Bupati Bandung Akui Penanganan Sampah Lamban

Jumat 27 Jan 2017 18:28 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah pemancing mengarahkan jorannya ke lubang yang sengaja mereka buat di antara sampah di pinggiran Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/1).

Sejumlah pemancing mengarahkan jorannya ke lubang yang sengaja mereka buat di antara sampah di pinggiran Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/1).

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Bupati Bandung Dadang M Naser mengakui penanganan sampah di Kabupaten Bandung relatif lamban disebabkan adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) berdasarkan Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Penanganan sampah memang lambat, bahkan tiga hari sampah belum diangkut, mohon maaf kepada masyarakat karena ada peralihan SOTK," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Soreang, Jumat (27/1).

Meski begitu, ia menuturkan kendala-kendala yang dihadapi sebenarnya tidak boleh menjadi penyebab penanganan sampah  lamban. Sebab, operasional yang dibutuhkan siap disediakan. Saat ini, menurutnya pihaknya mendorong agar penanganan sampah dilakukan berbasis masyarakat dengan menggunakan teknologi yang saat ini tengah diupayakan. Sebab, selama ini, penanganan masih dilakukan secara konvensional dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kotim Dukung Pemanfaatan Sampah Jadi Bahan Bakar

Selain itu, Pemkab Bandung tengah mendorong pengolahan sampah dengan konsep Bank Sampah Sabilulungan. Dimana, terdapat 4-5 hektar di Baleendah yang akan digunakan untuk uji teknologi dan manajemen.

Dirinya menambahkan pihaknya mengajak unsur swasta yang ingin berkontribusi dan serius terlibat dalam penanganan sampah di Kabupaten Bandung. Saat ini sudah terdapat investor dalam negeri yang berminat untuk mengelola sampah.

"Saya ingin minta serius yang mau investasi di bidang sampah kepada dinas terkait dipotong perizinan supaya cepat. Ada komunikasi beberapa investor dan tertarik di bidang sampah," kata dia.

Dadang mengatakan saat ini juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup tengah mengikuti kegiatan di Filipina untuk mendapatkan materi tentang penanganan sampah di negara tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA