Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Anak yang Sudah Kecanduan Harus Segera Diet Gawai

Jumat 27 Jan 2017 08:24 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari

Orang tua perlu mengajarkan tanggung jawab ke anak, termasuk mengenai apa yang dibicarakan atau dilihatnya di gadget.

Orang tua perlu mengajarkan tanggung jawab ke anak, termasuk mengenai apa yang dibicarakan atau dilihatnya di gadget.

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Diet tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang memiliki masalah dengan berat badan. Diet ternyata juga perlu diterapkan bagi anak-anak yang sudah terlanjur kecanduan dengan gawainya.

Psikolog anak Annelia Sari Sani mengungkapkan kecanduan gawai memberikan dampak yang berbahaya bagi tumbuh kembang anak. “Keterampilan sosial buruk bahkan tidak terbentuk,” kata wanita yang akrab disapa Anne ini dalam acara konferensi pers Hilo School Drawing Competition di Wyl’s Kitchen, Jakarta.

Anne menjelaskan diet gawai bisa dimulai dengan cara memangkas waktu anak bermain gawai secara perlahan. Misal, jika anak biasa bermain gawai selama enam sampai tujuh jam sehari, orang tua bisa mengurangi satu atau dua jam setiap harinya.  

Jika kecanduan sudah masuk taraf yang parah, orang tua harus memutus akses anak dari gawainya. Taraf kecanduan yang parah jika anak sudah tidak tahu harus beraktivitas apa tanpa gawai.

Tak hanya memangkas screen time, orang tua juga harus mengganti waktu yang dipangkas tersebut dengan memperkenalkan kembali permaian-permainan fisik ataupun yang bersifat luar ruangan. Sehingga, perhatian anak teralihkan dari gawai.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA