Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

338 Penerbangan Turkish Airlines Dibatalkan karena Salju Tebal

Kamis 26 Jan 2017 18:25 WIB

Rep: Fira Nursyabani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Turkish Airlines

Turkish Airlines

Foto: EPA/Nicolas Armer

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turkish Airlines membatalkan sedikitnya 338 penerbangan yang dijadwalkan dari dan ke Bandara Internasional Atatürk dan Bandara Sabiha Gökçen di Istanbul, Turki.

Direktorat Jenderal Otoritas Bandara Negara (DHMI) telah mengumumkan untuk mengurangi 20 persen penerbangan di Bandara Internasional Atatürk. Maskapai nasional itu pada 26 Januari membatalkan 156 penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Atatürk dan 36 penerbangan ke dan dari Bandara Sabiha Gökçen.

Turkish Airlines juga membatalkan 110 penerbangan di Bandara Internasional Atatürk dan 36 penerbangan di Bandara Sabiha Gökçen pada 27 Januari.

General Manager Turkish Airlines, Bilal Eksi, mengumumkan, maskapainya mengurangi kemungkinan terjadi masalah karena hujan salju yang lebat. Ia mengatakan, penumpang yang penerbangannya dibatalkan, dapat mengganti waktu tiket mereka dalam satu tahun, tanpa biaya tambahan.

Sejak 25 Januari, DHMI di Bandara Ataturk telah meningkatkan persiapan melawan gelombang hujan salju dan cuaca dingin. Pejabat DHMI mengatakan, mereka akan menempatkan 46 kendaraan patroli dan 270 personel untuk mencegah kemungkinan masalah pada landasan pacu.

Dilansir dari Hurriyet, personel bandara juga akan bekerja dalam tiga shift yang berbeda, dengan 90 petugas per shift. Gelombang hujan salju dan cuaca dingin yang datang dari Balkan saat ini tengah melanda Turki. Direktorat Jenderal Meteorologi mengatakan Istanbul menjadi wilayah paling terdampak.

Para pejabat mengatakan, salju bisa mencapai kedalaman 10-15 cm. Para pejabat juga menambahkan, suhu di Istanbul akan turun sekitar delapan sampai sepuluh derajat Celcius.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA