Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Aas: Stok Pupuk Subsidi 2017, Aman

Kamis 19 Jan 2017 18:31 WIB

Rep: Budi Raharjo/ Red: Agus Yulianto

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat

Foto: Republika/Maspril Aries

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan pasokan pupuk bersubsidi total sebanyak 1.491.556 ton yang siap pakai dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, Pupuk Indonesia bersama anak usahanya berkomitmen dalam menyalurkan pupuk subsidi ke seluruh Tanah Air. “Dalam penyaluran pupuk kita menggunakan sistem monitoring stok yang dapat dipantau setiap saat melaui website agar lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di daerah-daerah," ujar dia di Jakarta, Kamis (19/01).

Tahun ini berdasarkan Permentan No 69/2016, pupuk bersubsidi tahun anggaran 2017 dialokasikan sebanyak 8,55 juta ton. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 3,67 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 800 ribu ton, pupuk ZA sebanyak 1 juta ton, pupuk NPK sebanyak 2,18 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 895.288 ton.

Hingga 16 Januari 2017, stok pupuk di lini I hingga IV untuk Urea sebesar 862.363 ton, stok NPK sebesar 299.852 ton, stok SP-36 sebesar 122.554 ton, ZA sebesar 124.443 ton dan organik sebesar 82.344 ton. Stok tersebut setara dengan stok untuk 1 bulan ke depan.

Selain itu, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk melebihi ketentuan Kementan agar pendistribusiannya ke kios-kios resmi penjual pupuk bersubsidi dapat dilaksanakan dengan segera apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan oleh petani.

Guna menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, kata Aas, pemerintah menerapkan sistem distribusi pupuk bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Dia menegaskan, bahwa untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani agar tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK. “Agar mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dan menebus pupuk di kios resmi serta melaporkan apabila ada penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Untuk memperlancar distribusi, Pupuk Indonesia didukung oleh armada kapal laut dan armada truk yang cukup dan siap untuk melayani pendistribusian ke seluruh Indonesia, perusahaan pelat merah ini juga memiliki 561 gudang yang mampu menampung kebutuhan di daerah-daerah. 

Sedangkan untuk pemasarannya, saat ini, Pupuk Indonesia memiliki 1.110 distributor dan 29.119 kios resmi di seluruh Indonesia. Kios ini diharuskan untuk menyediakan semua pupuk bersubsidi seperti Urea, NPK, SP-36, ZA, dan organik, dan ciri kios resmi Pupuk Indonesia adalah memiliki papan nama kios resmi.

"Untuk kelancaran proses pendistribusian, kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait khususnya untuk melakukan perhitungan kebutuhan pupuk. Sehingga, pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga," ujar Aas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA