Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Penelantaran Anak

Selasa 17 Jan 2017 14:00 WIB

Red:

Baru - baru ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kepada dua anak yang ditelantarkan ibu kandungnya di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, Banten.  Dalam kesempatan lain, Khofifah menyatakan, penelantaran anak dapat dicegah dengan program pendidikan pranikah.

Bahkan sekarang, program ini sedang dimaksimalkan. Namun pertanyaannya, mampukah pendidikan pranikah mencegah penelantaran anak? Program pendidikan pranikah ini bisa dibilang merupakan gerak cepat tanggap dari pemerintah terhadap masalah penelantaran anak yang kini mengemuka.

Hanya saja, lagi - lagi pemerintah bertindak seolah hanya sebagai pemadam kebakaran. Pemerintah bertindak setelah muncul adanya  korban. Selama ini belum ada program yang terintegrasi dan komprehensif terhadap kasus anak yang telantar.

Jika dilihat, kasus penelantaran anak bukan hanya disebabkan buruknya tanggung jawab dan pola asuh orang tua, melainkan juga ada sejumlah penyebab lainnya. Kondisi ekonomi yang sulit dan tidak adanya tanggung jawab kerabat dan keluarga juga memiliki andil besar dalam penelantaran anak.

Karena itu, program pendidikan pranikah tidaklah cukup memadai untuk menyelesaikan masalah ini. Seharusnya, pemerintah sedari dini melakukan penyiapan secara sistematis untuk mencegah kasus penelantaran anak melalui pendidikan, ekonomi, dan pemberlakuan sanksi yang akan menyokong ketahanan keluarga.

Muryani
Brosot Galur, Kulon Progo

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA