Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Apa itu Amal Saleh?

Sabtu 07 Jan 2017 15:15 WIB

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Agung Sasongko

Memperbanyak shalat sunnah salah satu amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Memperbanyak shalat sunnah salah satu amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Foto: www.ramadhanislam.wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di dalam tafsir Fi Dzilalil Quran, Said Quthb menjelaskan tentang apa itu amal saleh. Menurut Quthb, amal saleh merupakan buah alami bagi iman dan gerakan yang didorong oleh adanya hakikat iman yang mantap di dalam hati.

Sesuai dengan QS al-Ashr yang dikutip di atas. Orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh. Iman, dikatakan Quthb, merupakan hakikat yang aktif dan dinamis. Apabila sudah mantap di dalam hati, dia akan berusaha merealisasikan diri di luar dalam bentuk amal saleh.

Iman Islami ini tidak stagnan atau mandek tanpa bergerak. Dia tidak mungkin hanya bersembunyi tanpa menampakkan diri dalam bentuk yang hidup di luar diri orang beriman.

Apabila dia tidak bergerak dengan gerakan otomatis, iman itu palsu atau telah mati. Quthb menganalogikan ini layaknya bunga yang tidak bisa menahan bau harumnya.

Penulis tetap rubrik hikmah Republika, Dr A Ilyas Ismail menjelaskan, amal saleh adalah alam (nature) manusia. Menurut fitrahnya, manusia suka pada kebaikan yang merupakan alam manusia.

Lawannya, yakni keburukan dengan sendirinya tidak bersifat manusiawi, dalam arti tidak berguna dan tidak sesuai dengan alam dan kemuliaan manusia. ''Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi.'' (QS Arra'd: 17).

Amal saleh dikerjakan tidak untuk Tuhan, tetapi untuk kebaikan manusia itu sendiri baik di dunia dan di akhirat. Orang yang sudah berbuat baik janganlah merasa sudah berbuat baik untuk Tuhan. Tak hanya itu, amal saleh juga disebut mendorong terkabulnya doa.

Prinsip ini didasarkan pada ayat berikut. ''Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.'' (QS Fathir: 10).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA