Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Zumi Zola Ingin Budaya Lokal Masuk Daftar Pelajaran

Sabtu 07 Jan 2017 11:05 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola.

Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Gubernur Jambi Zumi Zola meminta agar seni budaya lokal di wilayah itu masuk mata pelajaran kearifan lokal sehingga bisa dilestarikan dan tidak hilang seiring kemajuan teknologi. Zola mengatakan, Provinsi Jambi memiliki kekhasan budaya dan seni, yang sarat nilai dan makna, jika dilestarikan dengan baik, akan membawa manfaat dan turut menopang jati diri daerah serta negara.

"Kelestarian seni budaya merupakan tantangan, terutama bagi generasi muda dan para pelaku seni. Bupati dan walikota se-Provinsi Jambi harus berupaya semaksimal mungkin melestarikan budaya daerah masing-masing," katanya usai membuka Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi, Jumat (6/1) malam.

Kemajuan teknologi saat ini kata Zola sudah sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Karena itu, kata dia jangan sampai seni budaya tradisional tergerus kecanggihan teknologi. Zumi Zola mengusulkan agar dalam pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK harus ada mata pelajaran kearifan lokal. Dia mencontohkan salah satu budaya Jambi adalah Tengkuluk, kain penutup kepala khas Jambi yang dikenakan oleh kaum hawa.

"Kemajuan teknologi punya dampak positif dan negatif, kita harus bijak melihat kemajuan teknologi, jangan sampai nilai-nilai positif dari para tua-tua kita hilang karena tidak dilestarikan dengan baik," katanya.

Pada kesempatan itu, Zola memberikan anugerah penghargaan seni kepada dua sesepuh tokoh seni Provinsi Jambi. Yakni Zulfahmi Ismail pencipta lagu-lagu daerah Jambi dan Mariam pelestari "Bajolo", salah satu seni berpantun Melayu Jambi. Zola juga menyerahkan sertifikat Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Bupati Kerinci, Wali Kota Sungaipenuh, Penjabat bupati Sarolangun, Bupati Bungo dan Cek Rusli, penerus keturunan Musik Kromong Mandiangin salah satu budaya yang sudah berusia 200 tahun.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA