Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Wisatawan Buru Sunset di Tanah Lot

Ahad 01 Jan 2017 13:37 WIB

Red: Indira Rezkisari

Suasana saat matahari terbenam di kawasan wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu.

Suasana saat matahari terbenam di kawasan wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, TABANAN -- Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi primadona wisatawan dalam dan luar negeri pada liburan akhir tahun 2016 dan menyambut tahun 2017. Mereka umumnya mengejar momen matahari terbenam di sana.

"DTW Tanah Lot berupa sebuah pura kuno di atas batu karang Pantai Beraban pada momen pergantian tahun hingga sore ketika matahari terbenam, dipadati wisatawan," kata Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Ahad (1/1). Ia mengatakan, sejak H-7 sebelum tahun baru 2017 arus kedatangan wisatawan ke Tanah Lot mulai melonjak karena bertepatan dengan liburan sekolah.

Ribuan wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. "Pada momentum pergantian tahun, dari sore hingga petang di areal gardu pandang di atas tebing kawasan Pantai Tanah Lot, terlihat deretan wisatawan menggunakan aneka jenis kamera foto dan kamera video guna mengabadikan detik-detik matahari terbenam," tutur I Ketut Toya Adnyana.

Toya menambahkan, selama momentum peralihan tahun 2016 ke 2017 rata-rata jumlah pengunjung menunjukan peningkatan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasanya, yakni mencapai ribuan orang per hari. Hal tersebut polanya sama seperti tahun lalu dengan jumlah kunjungan wistawan yang melimpah bertepatan menyongsong matahari terbenam.

Ribuan wisatawan di Tanah Lot melakukan berbagai aktivitas mulai dari sekadar berjalan-jalan di areal objek wisata, melihat ular suci, air suci, pemotretan, wisata belanja, wisata kuliner, atau hanya duduk santai di beberapa kafe dan restoran sambil mengobrol dengan teman atau keluarga mereka.

"Namun yang paling ditunggu adalah saat munculnya sunset yang sudah terkenal keindahannya hingga ke mancanegara. Momentum itulah yang biasanya paling ditunggu oleh wisatawan dan tentunya mereka akan mengabadikan pemandangan tersebut dengan jepretan kamera," ujarToya.

Sementara Asisten Manajer Badan Operasional DTW Tanah Lot, Wayan Sudana dalam kesempatan terpisah sebelumnya menjelaskan, kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot selama tahun 2016 hingga 21 Desember tercatat 3.371.928 orang yang terdiri atas wisatawan mancanegara 1.720.490 orang (52 persen) dan wisatawan nusantara 1.651.438 orang (49 persen).

Jika dibandingkan dengan kunjungan tahun sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan, karena selama tahun 2015 hanya tercatat 3.179.616 orang.

Tempat suci umat Hindu, sekaligus objek wisata andalan itu, selama ini menyimpan misteri dan keunikan yang membuat pelancong "wajib" mengunjunginya. Daya tarik yang dimiliki pura kuno peninggalan abad XVI dalam menyedot kunjungan turis domestik dan mancanegara itu, telah menjadikan Tanah Lot sebagai daerah yang mampu menempati urutan teratas, menyusul objek wisata Pura Uluwatu di Kabupaten Badung, sebagai objek wisata terbanyak kedua dikunjungi turis yang datang ke Bali.

Penataan kawasan objek wisata Tanah Lot kini lebih mengedepankan nuansa religius yang dipadukan dengan panorama dan keindahan alam. Objek wisata Tanah Lot merupakan lokasi wisata terfavorit di Bali baik itu oleh wisatawan dalam negeri maupun pelancong mancanegara.


sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA