Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Trump Tunjuk CEO ExxonMobil Sebagai Menteri Luar Negeri

Selasa 13 Dec 2016 18:49 WIB

Red: Nidia Zuraya

CEO ExxonMobil Rex Tillerson

CEO ExxonMobil Rex Tillerson

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan penunjukan direktur eksekutif raksasa minyak ExxonMobil, Rex Tillerson, sebagai menteri luar negeri pada Selasa (13/12) waktu AS, kata sumber tim peralihan.

Pengalaman Tillerson dalam diplomasi dan menghasilkan sejumlah kesepakatan dengan negara asing untuk mendapatkan konsesi tambang minyak bagi Exxon, yang juga perusahaan energi terbesar di dunia, menjadi salah satu nilai tambah.

"Trump memilih Tillerson (64) setelah mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Partai Republik, termasuk mantan menteri luar negeri James Baker, mantan menteri luar negeri Condolezza Rice, dan mantan menteri pertahanan Robert Gates," kata sumber tersebut seperti dilansir Reuters.

Dukungan para tokoh tersebut dinilai akan berperan penting untuk meloloskan Tillerson dari uji kelayakan di Senat, yang mungkin mempertanyakan hubungan Tillerson dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada 2013, Putin memberikan penghargaan negara kepada Tillerson karena dinilai berhasil memperkuat kerja sama di sektor energi.

Sementara itu, sejumlah anggota parlemen dari dua partai utama, Republik dan Demokrat, menyuarakan keraguan mereka terhadap Tillerson dan juga mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, John Bolton, yang dikabarkan akan menjadi wakil menteri luar negeri.

Tokoh dari dua partai itu akan menanyai Tillerson terkait hubungannya dengan Putin karena keduanya sempat bertemu beberapa kali. "Saya prihatin dengan penunjukan ini. Semua orang sudah tahu bahwa dia punya hubungan dekat dengan Vladimir Putin," kata Senator John McCain dari partai Republik.

Sebelumnya, Trump dikabarkan sempat mempertimbangkan mantan calon presiden dari Partai Republik tahun 2008, Mitt Romney, sebagai menteri luar negeri. Namun Trump akhirnya mengatakan bahwa dia akan memilih orang lain untuk jabatan tersebut.

"Adalah kehormatan bagi saya untuk dipertimbangkan sebagai menteri luar negeri di negara hebat ini. Saya berharap pemerintahan baru akan membawa bangsa ini semakin hebat, sejahtera, dan damai," kata Romney dalam akun Facebook-nya pada Senin (12/12) malam waktu setempat.

Penunjukan Tillerson juga terjadi bersamaan dengan munculnya rumor bahwa pemerintah Rusia sengaja mendukung pemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum melalui serangan peretas.

Secara terpisah, seorang sumber lain dari tim transisi mengatakan bahwa Trump akan menunjuk mantan gubernur Texas, Rick Perry, sebagai menteri energi. Keduanya bertemu pada Senin (12/12) di Trump Tower, New York.

Trump tengah sibuk menjawab pertanyaan media mengenai kemungkinan benturan kepentingan dirinya sebagai presiden dengan sebagai pengusaha.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA