Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Masjid Terapung Al Jabbar Siap Dibangun Awal 2017

Selasa 06 Dec 2016 14:12 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Agus Yulianto

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Konstruksi pembangunan Masjid Al-Jabbar rencananya akan dimulai pada awal 2017 mendatang. Pembangunan masjid terapung ini, dianggap akan lebih efisien dengan penerapan sistem tahun jamak yang direncanakan Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyebutkan, sistem tahun jamak dalam sebuah proyek infrastruktur tidak membuang waktu untuk proses tender. "Tahun jamak itu dianggarkan tidak dalam satu tahun anggaran. Jadi tender ya sekaligus tahun 2016. Tapi ketika tahun 2017 tidak tender lagi tapi langsung kerja. Kan efektif," kata Heryawan, Selasa (6/12).

Dengan sistem tahun jamak yang tengah diajukan ke DPRD, memang lebih cocok untuk sebuah proyek yang memakan waktu lebih dari satu tahun. Sehingga, ketika tahun anggaran habis berganti tahun, tidak perlu ada lagi lelang.

"Itu menguntungkan karena kalau tahun jamak tidak ada jeda. Tendernya sekaligus satu bangunan, kemudian ketika tahun 2018 tinggal nambah anggaran jadi tidak tender lagi," ujarnya.

Apalagi, Aher sapaan Ahmad Heryawan, menyebutkan, aturan proyek kontrak tahun jamak saat ini sudah lebih mudah. Tidak perlu lagi menggunakan peraturan daerah (perda). Melainkan hanya persetujuan dari DPRD.

Pembebasan lahan dari proyek yang sejatinya dimulai 2016 ini, diakuinya sudah selesai. Sehingga, pada 2017 sudah bisa mulai dibangun konstruksinya.

Sementara pembebasan lahan untuk danaunya akan dilakukan pada 2017 mendatang. "Jadi, jangan khawatir, memang agak terlambat. Saya kan inginnya 2016 sudah dimulai. Tapi, ada hambatan. Kalau sudah terlambat begini harus dikejar kan salah satunya dengan tahun jamak itu," tuturnya.

Aher yakin dengan kontrak tahun jamak pembangunan bisa dikejar. Diharapkan proyek masjid terbesar di Jawa Barat ini akan rampung pada pertengahan 2018.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Bambang Irianto mengaku, belum ada kesepakatan terkait sistem tahun jamak. Namum, Bambang menyebutkan, anggaran yang disiapkam untuk pembangunan Masjid Al-Jabbar sebesar Rp 600 miliar.

"Kalau total pembangunan mesjid itu 600 miliar. Saya belum tahu keputusan akhirnya tahun jamak itu apa sampai akhir Desember 2018 atau bulan Juni 2018. Itu akan disesuaikan dengan waktu yg disepakati dengan dewan," kata Bambang.

Menurutnya pembangunan akan diusahakan rampung masih dalam pemerintahan Aher. Sehingga diharapkan sebelum masa jabatannya habis, Masjid Al-Jabbat secara fungsional sudah bisa digunakan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA