Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Puluhan Rumah di Sukabumi Terancam Pergerakan Tanah

Ahad 04 Dec 2016 09:50 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Sejumlah rumah rusak akibat pergerakan tanah (ilustrasi)

Sejumlah rumah rusak akibat pergerakan tanah (ilustrasi)

Foto: Mahmud Muhyudin

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana pergerakan tanah mengancam puluhan rumah di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kejadian tersebut terjadi setelah wilayah Sukabumi diguyur hujan deras, Sabtu (3/12) lalu.

‘’Pergeseran tanah terjadi di Kampung Cijanti RT 02 RW 04 Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok,’’ terang Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar kepada Republika Ahad (4/12).

Dari data yang dihimpun, tercatat sebanyak 25 unit rumah yang terancam. Puluhan rumah tersebut dihuni 31 kepala keluarga (KK) atau 87 jiwa. Bencana tersebut terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Irwan, warga di sekitar lokasi pergerakan bencana telah dihimbau untuk waspada menghadapi bencana.

Selain itu mereka juga bisa mengungsi ke tempat lain yang lebih aman untuk sementara waktu. Informasi yang diperoleh dari puluhan KK tersebut baru ada sekitar empat kepala keluarga yang telah mengungsi ke rumah saudara terkenat.

Selain bencana pergerakan tanah, terang Irwan, sarana jalan di Kecamatan Cisolok juga diterjang longsor. Tepatnya di jalan desa penghubung antara Desa Pasirbaru dengan Desa Caringin yang amblas denga panjang sekitar 50 meter dan lebar 2, 5 meter. Dampaknya, lanjut Irwan, untuk sementara kendaraan roda empat tidak bisa lewat dan hanya bisa dilalui sepeda motor.

Sebelumnya, bencana pergerakan tanah melanda Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut mengancam puluhan unit rumah warga yang dihuni oleh ratusan warga. Pergerakan tanah ini tepatnya terjadi di Kampung Jelegong RT 03 RW 05 Desa Cibatu Kecamatan Cikembar.

Terdapat sejumlah retakan pada tanah dan sebagian dinding rumah penduduk. ‘’Sudah dicek ke lokasi dan benar terjadi pergerakan tanah,’’ terang Irwan. Dari hasil pendataan di lapangan terdapat 58 unit bangunan yang ditempati 65 kepala keluarga (KK) atau setara 185 jiwa yang terancam pergerakan tanah.

Menurut Irwan, laporan pergerakan tanah ini dilakukan warga pada 27 Nopember 2016 lalu. Laporan tersebut menyebutkan pergerakan tanah berada di lahan Perkebunan PTPN VIII Cibungur Apdeling Mandaling dengan luas lahan seluruhnya kurang lebih lima hektare.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA