Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Emil Dorong Bandung Jadi Pusat Fashion Muslim Dunia

Ahad 04 Dec 2016 08:16 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ilham

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Republika/Edi Yusuf)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Republika/Edi Yusuf)

Foto: Republika/Edi Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung mengapresiasi hasil kreativitas para desainer perancang busana Muslim yang merancang busana Muslim agar cocok digunakan untuk berbagai situasi. Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, ia mendorong para desainer Bandung tersebut, untuk terus memacu kreativitasnya dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

"Dalam visi saya, Bandung akan menjadi pusat fashion Muslim dunia dengan segala potensi yang ada," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, usai menutup acara Crafashtival 2016 akhir pekan lalu.‬

‪Emil mengatakan, Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Di negeri ini, Bandung telah menjadi fashion trend setter yang menghasilkan karya-karya yang luar biasa. "Maka bukan tidak mungkin Bandung akan menjadi pusat fashion Muslim dunia," tegasnya.‬

‪Emil mengatakan, berbagai bentuk dukungan Pemerintah Kota terhadap perkembangan industri kreatif telah dilakukan. Yakni, mulai dari program pemberian kredit tanpa agunan hingga Rp 30 juta rupiah sampai penghapusan izin usaha bagi Usaha Kecil Menengah.‬ ‪"Tidak ada alasan di Bandung untuk tidak berwirausaha karena segala bentuk dukungan sudah diberikan," katanya.

‪Tak hanya dalam bentuk permodalan, kata dia, Pemerintah Kota Bandung pun memfasilitasi pemasaran produk-produk kreatif melalui brand Little Bandung. Jangkauan pemasarannya tidak hanya regional, tetapi juga internasional.‬ ‪"Ini adalah upaya oleh Pemkot untuk terus mempromosikan karya warga Bandung," katanya.

Pemkot Bandung, kata dia, sudah membuka dua toko di Malaysia, membuka toko di Paris, Perancis, dan sudah siap di Korea Selatan. "Jadi UKM yang karyanya terpilih, akan dipromosikan, tidak hanya secara lokal, regional, tetapi juga internasional," katanya.‬

‪Namun, Emil mengimbau agar para kreator produk Bandung selalu menjaga kualitas. Ia tidak ingin produk-produk itu dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sempurna.‬ Karena, Pemkot Bandung hanya akan memperlihatkan tampilan terbaik untuk diperlihatkan dan dipamerkan ke dunia luar.

"Insya Allah ini akan meningkatkan daya kreativitas dan indeks perdagangan Kota Bandung, tidak hanya level kita saja tapi juga di luar negeri," katanya.‬

‪Sementara menurut Kepala Dinas KUKM Perindag Kota Bandung Eric Attauruiq, dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) UMKM perlu dukungan serta sinergitas dari berbagai aspek. Serta, peningkatan produktifitas sehingga memiliki daya saing yang baik.

“UKM kan mampu menciptakan lapangan pekerjaan lebih cepat dibandingkan sektor lainnya serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian kota,” kata Eric.

Namun, kata Eric,  diperlukan konsumen bagi masyarakat dalam negeri terutama masyarakat Kota Bandung akan kecintaannya terhadap produk dalam negeri. Agar,membuat penghasilan UMKm meningkat, menambah pasar dan investasi pendapatan nasional sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan semua masyarakat.

“Pemkot Bandung melalui dinas KUKM perindustrian dan perdagangan berkolaborasi dengan dewan kerajinan nasional Kota Bandung makanya menggelar Pameran Craft Festival ini," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA