Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Rob Masih Menggenangi Ribuan Rumah Warga di Kampung Nelayan

Selasa 15 Nov 2016 18:26 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Nidia Zuraya

 Seorang warga melintasi genangan air banjir rob. (Agung Fatma Putra/Republika)

Seorang warga melintasi genangan air banjir rob. (Agung Fatma Putra/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Memasuki hari kedua, banjir rob (gelombang tinggi air laut) masih menggenangi ribuan rumah warga di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada hari ini, Selasa (15/11). Rob juga hingga ke desa tetangganya, yakni Desa Eretan Kulon, yang juga terletak di pesisir pantai.

Ketinggian rob yang menggenangi rumah warga di Desa Eretan Wetan hanya surut beberapa sentimeter. Di rumah warga yang terletak di pinggir muara sungai desa setempat, genangan banjir masih setinggi kurang lebih satu meter.

"Rob masih tetap sama seperti hari kemarin. Masih menggenangi ribuan rumah warga. Bahkan rumah di pinggir sungai masih satu meteran,’’ ujar Kepala Desa Eretan Wetan, Edi Suhaedi kepada Republika, Selasa (15/11).

Edi mengatakan, rob kali ini merupakan yang terparah dalam setahun terakhir. Biasanya, rob akan cepat surut dan ketinggiannya tak mencapai hingga satu meter. Selain itu, rob yang biasanya datang pada sore hari, pada Senin (14/11) lalu rob datang sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB.

Meski sudah terbiasa mengalami rob, namun warga tetap dibuat kesulitan. Pasalnya, rob menggenangi jalan-jalan desa sehingga menyulitkan akses mobilitas warga, terutama mobil pengangkut ikan dari tempat pelelangan ikan (TPI) desa setempat.

"Lelang ikan masih tetap berjalan. Hanya terhambat saat pengirimannya saja karena jalannya tergenang air,’’ tutur Edi.

Kesulitan serupa dialami para warga yang mnjalankan usaha pembuatan ikan asin. Mereka jadi sulit untuk menjemur ikan yang telah diasinkan.

Tak hanya menggenangi rumah warga dan jalan desa, rob yang diperparah oleh meluapnya sungai Ciperawan akibat tingginya curah hujan di wilayah selatan itu juga menerjang areal tambak. Sedikitnya 200 hektare tambak milik warga di Blok Prempu, Desa Eretan Wetan, ikut terendam air.   

"Hingga saat ini, warga belum mendapatkan bantuan apapun (dari pemda setempat),’’ terang Edi.

Ketua RT 02 RW 04 Desa Eretan Wetan, Suherman (45 tahun), menambahkan, kendati rumah warga terendam banjir, namun mereka tak mau mengungsi. Pasalnya, warga menganggap kejadian tersebut sudah biasa.

"Rob mengganggu kehidupan perekonomian di desa kami yang menjadi pengirim hasil laut,’’ tegas Suherman.

Sementara itu, di Desa Eretan Kulon, banjir menggenangi sekitar 200 rumah warga yang tersebar di sejumlah blok. Yakni Blok Desa I,  Desa II, Pangpang I, Pangpang II, Kebon I dan Kebon II.

"Rob biasa terjadi saat bulan purnama tiba,’’ tandas Ketua KUD Mina Bahari Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Royani.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA