Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Penyebab Penyakit Multiple Sclerosis Masih Belum Diketahui

Ahad 13 Nov 2016 20:59 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Memindai otak/ilustrasi

Memindai otak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Hingga saat ini, penyebab dari penyakit multiple sclerosis masih belum diketahui. Menurut Dr. dr. Yusak MT Siahaan, SpS dari RS Siloam Hospital mengatakan penyakit ini umumnya menyerang saraf otak.

Seluruh dunia, kata dia, masih melakukan penelitian untuk mencari penyebab pasti penyakit ini. "Multiple sclerosis adalah penyakit sistem saraf otak akibat kerusakan myelin yaitu pelindung saraf yang berfungsi seperti pelindung pada kabel listrik dan memudahkan saraf mengirim impulsnya dengan cepat," katanya, Sabtu, (11/11).

Kerusakan pada myelin berakibat multi efek. Akan tetapi gejala ini tidak sama terhadap semua penderitanya. Itulah sebabnya sulit sekali mendeteksi dan menangani gangguan multiple sclerosis.

Penulis "Menyibak Seribu Wajah Multiple Sclerosis",  Theophilia Edwinda Prasasti yang akrab disapa Winda juga mengatakan, ia mengalami multiple sclerosis sejak 2011. "Karena mengalami sendiri saya bisa menuliskan apa yang saya alami. Termasuk  gejalanya namun penyakit ini tidak menghalangi saya untuk terus aktif dan berkarya."

Wakil Chief Executive Officer, Siloam Hospitals Lippo Village dr Jeffry Oeswadi mengatakan, hingga saat ini masih banyak tenaga medis maupun khalayak umum belum mengenal dengan benar bagaimana gejala dini multiple sclerosis. Ketidak tahuan ini mengakibatkan lambatnya penanganan dan rumitnya proses penyembuhan.  

Siloam Hospitals Lippo Village, ujar dia,  melakukan seminar medis untuk kalangan dokter agar tenaga medis tahu apa saja gejalanya dan bagaimana tatalaksana menangani pasien dengan multiple sclerosis. Selain itu, menerbitkan buku "Menyibak Seribu Wajah Multiple Sclerosis" agar masyarakat umum bisa mempelajarinya dengan mudah multiple sclerosis dan bagaimana pengobatannya. "Harapannya, melalui kedua hal ini maka informasi yang benar mengenai multiple sclerosis bisa tersebar luas," kata Jeffry.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA