Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

HSBC tak Lagi Jadi Bank Asing Tahun Depan

Kamis 10 Nov 2016 15:58 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini

HSBC

HSBC

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --  Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) Indonesia pada tahun depan tidak lagi menyandang status bank asing. Pada 17 April 2017, bank ini akan berubah menjadi perseroan terbatas bernama PT HSBC Indonesia, yang berstatus bank lokal. Perubahan status ini karena HSBC melakukan integrasi dengan Bank Ekonomi yang berstatus sebagai bank BUKU II.

Managing Director Head of Global Markets HSBC Indonesia, Ali Setiawan mengatakan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari regulator terkait khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan status ini.

"Rencana kami saat ini kalau tidak ada perubahan tanggal 17 April mendatang kami akan melepas status kami dan menuju legal the one PT Bank HSBC Indonesia," ujar Ali Setiawan di Jakarta, Kamis (10/11).

Meski status berubah menjadi PT dan dari segi pelaksanaan dan implementasi perseroan menjadi bank lokal, namun secara kepemilikan saham terbesar masih dimiliki oleh HSBC Group yakni sebesar 98,94 persen. Adapun saham sebesar 1 persen dimiliki oleh BCA, dan 0,6 persen milik publik. Sehingga dengan porsi kepemilikan seperti itu, bank ini akan tetap mendapatkan dukungan dari pusat di London. "HSBC pusat juga berencana menyuntikkan modal sebesar Rp 1,4 miliar dolar AS kepada kami," ungkapnya.

Ali menjelaskan, keputusan perseroan untuk berubah menjadi PT merupakan tantangan yang besar. Penyebabnya, karena perubahan status bank asing menjadi bank lokal membuat daily treatment serta rating perusahaan juga berubah. Dari sisi biaya juga sangat mahal karena perseroan tidak bisa mengubah arrangement merger, namun harus mengubah dengan cara melalui transfer aset and liabilitas.

"Dari sisi pajak juga sangat tidak jelas, karena status regulasinya belum ada, yang bisa mengayomi perubahan institusi asing menjadi PT, yang ada yakni PT dengan PT merger," katanya.

Sehingga, perubahan status ini merupakan hal yang menantang bagi HSBC Indonesia. Menurut Ali, hingga saat ini pihaknya masih lebih memfokuskan restrukturisasi internal menuju status baru ini dibandingkan mencari profit. Dengan perubahan status ini, kata Ali, pihaknya mengharapkan peran HSBC Indonesia di perbankan Indonesia bukan berubah, tapi menjadi lebih besar dan berkontribusi kepada pasar. "Kami berencana ingin tetap bertumbuh karena Indonesia itu tetap di mata kami menjadi salah satu prime country untuk investasi," katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA