Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Menag Dijadwalkan Buka Munas LDII

Ahad 06 Nov 2016 05:09 WIB

Red: Angga Indrawan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat pertemuan bersama para tokoh agama terkait pilkada serentak 2017 di Kompleks Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (14/10).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat pertemuan bersama para tokoh agama terkait pilkada serentak 2017 di Kompleks Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (14/10).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan membuka pelaksanaan Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) VIII di Balai Kartini, Jakarta pada 8-10 November 2016. Ketua Munas VIII LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, rencananya memang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tetapi karena Presiden akan keluar negeri maka akan dibuka oleh Menteri Agama.

"Sedianya memang akan dibuka oleh Presiden, tetapi karena berhalangan, maka Presiden dijadwalkan akan menghadiri pada tanggal sembilan dan kapasitasnya menghadiri, bukan membuka munas ini," katanya, Sabtu (5/11).

Ia mengemukakan bahwa ada tiga isu utama yang akan diusung pada pelaksanaan Munas ini pertama membudayakan hormat kepada guru, menyusul saat ini banyak di antara para siswa yang kurang menghormati guru. "Oleh karena itu, kami akan mengusung tema itu sebagai salah satu bahan pembahasan nanti supaya para ustaz, kiai, dan juga guru menjadi lebih dihormati dan juga menjadi panutan para muridnya," katanya.

Ia menjelaskan, isu kedua yang akan dibahas yaitu pendayagunaan internet sehat berdasarkan pada maraknya kesalahan penggunaan media sosial yang dipergunakan tidak sebagaimana mestinya. "Untuk itu, kami kira pembahasan ini menurut kami menjadi salah satu persoalan serius yang harus mendapatkan porsi tersendiri pada pelaksanaan munas kali ini," katanya.

Sedangkan yang ketiga, kata dia, yaitu pemberberdayaan ekonomi masyarakat terutama para pelaku usaha kecil menengah untuk bisa lebih maju lagi.

"Khusus di Surabaya, saat ini juga sudah dikelompokkan menjadi beberapa pelaku usaha mulai dari properti, garmen, dan juga kuliner yang nantinya diharapkan akan menjadi embrio bagi warga LDII di seluruh Indonesia," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA