Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

LDII akan Deklarasikan Kode Etik Bermedia Sosial

Kamis 03 Nov 2016 22:23 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nasih Nasrullah

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Abdullah Syam beserta jajaran, beruadensi kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis (3/11)

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Abdullah Syam beserta jajaran, beruadensi kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis (3/11)

Foto: kemenag.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) akan meluncurkan gerakan internet sehat dan kode etik bersosial media.

Program ini adalah satu dari sejumlah agenda Musyawarah Nasional VIII (Munas) pada 8 - 10 November 2016. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Abdullah Syam menerangkan, kode etik bersosial media dibuat untuk menjawab keresahan ibu-ibu. Sebab, banyak pemberitaan mengenai anak-anak karena mereka melakukan hal yang macam-macam akibat menonton pornografi.

Sebagai upaya antisipasi, LDII mengambil langkah membuat kode etik bermedia sosial. "Makanya kita memulai dengan kode etik bermedia sossial dan internet sehat," kata Abdullah kepada Republika.co.id,  usai beraudensi dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta, Kamis (3/11)

Setelah munas, kode etik bersosial media akan dicanangkan. LDII akan membuat deklarasi kemudian diteruskan ke daerah-daerah. Mengenai efektif dan tidaknya kode etk bersosial media, dijelaskan dia, LDII harus memulai suatu langkah, penilaiannya nanti setelah melangkah.

Ia menjelaskan, berdasarkan ilmu otak, otak manusia seperti memori komputer. Jadi, kalau orang sudah kecanduan pornografi, maka di dalam otaknya tersimpan memori porno terus. Hal tersebut sangat bahaya. Bahkan, bahayanya sama dengan narkoba.

Kode etik bersosial media dibuat sebagai upaya antisipasi hal-hal negatif yang dapat ditimbukan internet dan sosial media. Isi kode etik tersebut juga melarang untuk membuka situs pornografi. "Misalnya (kode etik bersosial media) kita tidak menggunakan situs pornografi, tidak melampiaskan emosi (di medsos)," ujarnya.

Sebelumnya, LDII juga sudah membuat program pelatihan internet sehat di tingkat daerah dan pusat. Sudah ada MoU juga dengan Kominfo mengenai gerakan internet sehat. Gerakan internet sehat juga sudah ada di Kominfo. Ia mengatakan, LDII yang mendorong gerakan tersebut.

Kominfo sudah punya rangkaian program gerakan internet sehat. Kominfo juga sudah membatasi situs yang mengandung pornografi. Dengan adanya kode etik bersosial media, LDII mendorong dan memperkuat kembali larangan membuka situs porno. 

Hadir dalam audensi tersebut,  rombongan pengurus DPP LDII yang dipimpin langsung Abdullah Syam, didampingi  salah satu ketua, Prasetyo Sunaryo  etua, Sekretaris Umum Dody T Wijaya, Sekum, Bendahara Umum, Sidik Waskita Bendahara Umum, Sekretaris Hasyim Nasution, dan jajaran pengurus lainnya.   

Lukman Hakim, yang didampingi Ka Puslitbang, Muharram, menerima rombongan diruang kerjanya di kemetrian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

"Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan hadir,” kata Abdullah.  

Setelah menerima laporan kesiapan pelaksanaan Munas dan kegiatan yang sudah dilaksanakan menjelang Munas oleh Abdullah Syam, Lukman Hakim, yang berpakaian batik warna krem, menerima dengan penuh harap supaya bisa hadir untuk membuka, sebagaimana yang diharapkan oleh DPP LDII.

"Insya Allah, diusahakan bisa hadir membuka Munas LDII," Kata Lukman

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA