Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Perintis dan Pelopor Seni Arabes

Rabu 26 Oct 2016 16:30 WIB

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko

Seni Arabes

Seni Arabes

Foto: Wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Arabes merupakan karya universal di dunia Islam. Di manapun, arabes selalu hadir dalam model yang sama, yakni geometri dan tumbuhan.

(Baca: Arabes, Karya Seni Terindah di Dunia Islam)

Namun, jika dilihat dari ajaran tauhid Islam, matematika, dan seni, ketiganya merupakan ajaran yang universal di seluruh belahan dunia. Sehingga, tidak begitu mengherankan, jika model arabes di negara-negara Islam bentuknya serupa. Hal ini bisa juga terjadi akibat pertukaran budaya dan pengetahuan yang melintasi berbagai benua.

Kesamaan model arabes di berbagai negara Muslim yang memiliki letak geografis berbeda membuat para peneliti merasa kesulitan untuk menentukan asal-muasal negara asal arabes pertama kali muncul.

(Baca Juga: Kapan Dunia Islam Mengenal Seni Arabes)

Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Pemikiran dan Peradaban, dipaparkan bahwa lukisan dinding yang dikenal luas pada masa awal Islam merupakan hasil adopsi gaya Romawi dan Bizantium yang bersifat duniawi, yakni mengedepankan gambar makhluk hidup dalam setiap karya-karyanya.

Lukisan dinding bergaya Romawi dan Bizantium ini bisa kita saksikan pada bangunan istana dan tempat peristirahatan yang dibangun pada masa pemerintahan Umayyah (41-133 H/661-750 M). Di antaranya adalah istana kecil Qusair Amrah yang dibangun antara tahun 724-748 Masehi dan serambi istana Musyatta, yang dibangun pada akhir masa pemerintahan Umayyah (750 M). Bagian dinding kedua istana peristirahatan musim dingin ini dipenuhi lukisan manusia dan binatang.

Bangunan yang didirikan oleh Umayyah belum sepenuhnya mencirikan gaya khusus yang dapat disebut seni Islam. Ajaran Islam memang melarang penggambaran makhluk bernyawa. Sebagai gantinya, para seniman Muslim pada masa itu mulai beralih menggunakan ornamentasi berupa pola geometris dan motif ritmis dalam karya-karya mereka.

Pola geometris dan ritmis ini muncul bukan sekadar sebagai bingkai sederhana lukisan naturalis seperti yang sudah lazim tetapi menjadi tema utama hiasan. Proses seni Islam yang mengutamakan bentuk abstrak, terjadi pada masa ini. Sementara gambar makhluk hidup yang naturalis sejak itu tidak lagi banyak digunakan dalam arsitektur. Pola-pola abstrak inilah yang kemudian dikenal luas sebagai karya seni arabes.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA