Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Philips Lighting Donasikan Rp 500 Juta untuk Pendidikan di Mamuju

Kamis 20 Oct 2016 19:48 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ismail Lazarde

Philips Lighting dan UNICEF bekerja sama membantu pendidikan anak.

Philips Lighting dan UNICEF bekerja sama membantu pendidikan anak.

Foto: Republika/Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU --- Pencahayaan lebih dari sekadar penerangan. Artinya, menerangi masa depan melalui pendidikan juga menjadi bagian terpenting. Begitulah motto yang dimiliki oleh pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips Lighting Indonesia.

Dalam mengukuhkan komitmennya untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, pada Rabu (19/10), Philips mengumumkan kontribusi pertama untuk mendukung program UNICEF Indonesia, di Mamuju, Sulawesi Barat. Philips Lighting Indonesia menyerahkan secara simbolik kontribusi pertama sebesar Rp 500 juta.

Donasi tersebut dikumpulkan dari penjualan kemasan LED khusus, 'Beli 3 Gratis 1' berlogo UNICEF, yang diluncurkan pada Agustus lalu. Penyerahan kontribusi ini dilakukan di Mamuju, tempat Philips Lighting Indonesia juga mendonasikan 3.000 tas sekolah, 3.000 bohlam LED, serta 500 lampu meja untuk membantu anak-anak Mamuju, agar dapat belajar lebih baik dengan pencahayaan yang tepat.

"Sebagai pemimpin di bidang pencahayaan, misi Philips adalah memajukan kehidupan masyarakat, kami melakukan perbaikan dengan teknologi. Philips Indonesia juga terus melanjutkan kampanye terangi masa depan, dengan tujuan untuk membantu Gerakan Kembali ke Sekolah, dengan menyumbang Rp 1 miliar," kata Sau Hong Lim, Head of Marketing, PT Philips Indonesia di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (19/10).

Melalui kampanye #TerangiMasaDepan, dan kemitraan dengan UNICEF, Philips Lighting Indonesia akan membantu mengantarkan 3.000 anak di Indonesia untuk kembali ke sekolah. Philip berharap, dapat mengumpulkan lebih dari Rp 1 miliar dari penjualan kemasan khusus, selama periode kampanye, yang akan disalurkan kepada UNICEF untuk mendukung program akademis tahun depan.

Sau Hong Lim mengungkapkan, alasan bantuan pendidikan diberikan Philips di tanah air, karena banyak anak-anak disini yang putus sekolah, jumlahnya mencapai 4,7 juta anak. Ia pun mengaku senang, dapat bekerjasama dengan UNICEF untuk dapat mengatasi persoalan ini. Selama tiga bulan, Philips mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 500 juta, donasi selanjutnya akan diberikan saat penjualan paket lampu telah selesai.

Sebelumnya, pada Juni, Philips Lighting Indonesia mengumumkan kolaborasi dengan UNICEF untuk menggalang dana bagi program pendidikan anak UNICEF di Indonesia. Philips Lighting Indonesia berkomitmen untuk menyisihkan Rp 2.000, dari penjualan setiap kemasan LED khusus, yang tersedia di pasar dari Agustus 2016, hingga Januari 2017 melalui kampanye #TerangiMasaDepan.

Pejabat Sementara Kepala Kantor UNICEF Makassar, Amelia Tristiana mengatakan, akses terhadap pendidikan dapat mengubah kehidupan seorang anak, keluarganya, hingga komunitasnya, karena pendidikan penting untuk mengakhiri kemiskinan dan kesenjangan sosial. Setiap usaha untuk mengembalikan seorang anak ke sekolah sangat dihargai, karena hal tersebut bukan hanya akan menentukan masa depan anak, tetapi juga pembangunan daerah dan nasional. 

"Terima kasih kepada Philips yang telah memberikan bantuan di Kabupaten Mamuju untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Anak- anak yang mengalami putus sekolah ini, karena berbagai macam alasan, termasuk diantaranya sosal budaya, dengan adanya perkawinan anak di usia 15 tahun ke bawah," ungkap Amelia.

Ia mengatakan, di Sulawesi Barat, saat ini masih ada sekitar 35 ribu anak, yang tidak mendapatkan akses pendidikan dasar dan menengah, karena orangtua mereka tidak mampu membiayai mereka untuk bersekolah. Program Kembali ke Sekolah sendiri sudah dilaksanakan dari 2012, di Mamuju, anak-anak yang telah kembali bersekolah pada 2013 sebanyak 126 anak, kemudian 2014 178 anak, dan 2015 terdapat 500 anak yang telah dikembalikkan. Namun, program ini memang diakui Amelia masih membutuhkan waktu yang panjang.

Di samping itu, Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengatakan, masyarakat berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, dari SD, SMP hingga SMA. Terdapat delapan persen anak usia 7-18 tahun, yang seharusnya bersekolah.

Pemerintah Mamuju bersama dengan UNICEF, bekerjasama untuk membangun pendidikan yang merata di salah satu Kabupaten di Sulawesi Barat ini. Menurut Habsi, anak-anak di Mamuju sendiri tidak jauh tertinggal dari daerah lain, ada sejumlah prestasi yang sering didapatkan murid di sana.

Habsi menjelaskan, melalui proram Kembali ke Sekolah pemerintah akan lebih konsentrasi kepada pengembalian 10 ribu anak, yang dilakukan secara bertahap. Sebanyak 3.200 anak akan dikembalikkan di sekolah selama tahun ini. "Pada 19 November 2016, kami akan mengumpulkan 3.200 anak yang kembali bersekolah. Pada acara seremoni ini, para orang tua juga akan diajak ikut serta," kata dia.

Sebelum penyerahan donasi di kantor kabupaten Mamuju, tim Philips Indonesia juga mengunjungi beberapa sekolah dasar yang telah mengikuti program Kembali ke sekolah, salah satunya SD Inpres Puncak Mamuju. Di sekolah ini, tim menemui enam siswa yang kembali bersekolah.

Kepala Sekolah SD Inpres Puncak, Muhammad Yusuf mengungkpakan, rata-rata siswa yang putus sekolah disini diakibatkan oleh keadaan ekonomi keluarga. Orang tua murid disini, rata-rata lulusan SD. Dan, melalui program Kembali ke Sekolah, di tahun ini, terdapat 12 anak yang kembali mengenyam pendidikan di SD Inpres Puncak.

Adapun Philips Lighting memberikan pelanggan keuntungan untuk berhemat, dibandingkan membeli lampu secara terpisah. Kemasan khusus ini tersedia untuk lampu Philips LED ukuran 4W, 7W, 10.5W dan 13W. Lampu Philips LED memiliki masa pakai hingga 15 tahun, dengan konsumsi energi yang lebih rendah hingga 90 persen, dibandingkan lampu pijar. 

“Sebagai pemimpin dalam industri pencahayaan, kami memimpin masyarakat untuk beralih ke pencahayaan LED yang lebih hemat energi. Kemasan LED khusus ini akan memberikan keuntungan bagi pelanggan, karena mereka dapat mengeluarkan biaya lebih sedikit untuk produk yang menghemat energi dan mengurangi tagihan listrik mereka. Dengan membeli kemasan ini, mereka juga akan membantu meningkatkan kehidupan anak-anak sekolah di Indonesia,” ujar Sau Hong Lim.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA