Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Budaya Melayu Simpan Sinyal Kebangkitan Bangsa

Selasa 18 Oct 2016 14:17 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menyaksikan festival budaya Melayu.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta menyaksikan festival budaya Melayu.

Foto: republika/muhyiddin

REPUBLIKA.CO.ID, SINGKAWANG -- Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) kabupaten/kota se-Kalimantan Barat kembali menggelar Festival Seni dan Budaya Melayu (FSBM) XI. Kali ini, Kota Singkawang menjadi tuan rumah festival yang berlangsung pada 17- 22 Oktober 2016 di Stadion Kridasana Singkawang. Acara itu pun sudah resmi dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta.

Pria yang akrab disapa Oso ini mengatakan bahwa Melayu merupakan suatu suku yang menerima secara terbuka suku-suku lainnya untuk membangun Kalimantan Barat. Karena itu, menurut dia, Indonesia membutuhkan kebangkitan budaya Melayu. "Dalam budaya melayu itu tersimpan sinyal-sinyal kebangkitan bangsa dan itu tidak jauh dari empat pilar, yaitu Pancasila, UU Dasar 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar pria yang lahir di Sukadana, Kalimantan Barat tersebut.

Menurut Oso, keempat pilar tersebut merupakan pemersatu semua suku bangsa yang ada di Indonesia. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat untuk tetap menjaga persatuan. "Oleh sebab itu, jangan ada perpecahan antara kita. Tidak ada suku yang hebat di sini. Semua suku hebat dan bersatu. Jangan ada dusta di antara kita," kata Oso.

Ke depannya, ia berharap acara festival  budaya Melayu tersebut bisa ditingkatkan lagi dengan memperbanyak program-program. Karena, hal ini juga diupayakan untuk mendongkrak sektor pariwisata yang ada di Kalimantan Barat.

Tema FSBM ini adalah 'Menjunjung Marwah Menyambut Tuah'. Dalam pembukaan di Lapangan Kridasana tampak replika kapal Lancang Kuning dan Laksamana Hang Tuah. Festival ini diikuti sekitar 1.300 orang dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Mereka mengikuti berbagai lomba di antaranya adalah lomba pencak silat, lomba bertutur, lomba rias pengantin Melayu, Syair, rancang topik Melayu, lomba sampan bidar, lomba lagu, tarian dan parade busana serta berbagai kegiatan khas tradisi Melayu lainnya.

Bersamaan dengan festival ini, di tempat yang sama juga diselenggarakan acara Singkawang Expo 2016 untuk memeriahkan hari jadi kota Singkawang ke 15. Sekitar seratus stan memeriahkan Singkawang Expo 2016 ini.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA