Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Data Utang Luar Negeri Indikasikan Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Selasa 18 Oct 2016 11:03 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini

Belanja di supermarket

Belanja di supermarket

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Agustus 2016 cenderung dalam tren melambat dalam setahun terakhir ini. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) ULN pada Agustus 2016 tumbuh 6,3 persen yoy dari 6,6 persen yoy pada bulan sebelumnya.

ULN sektor swasta mengalami penurunan, sementara ULN sektor publik mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai, tren perlambatan ULN swasta mengindikasikan kebutuhan pembiayaan dari luar negeri menurun karena sektor riil belum mengindikasikan peningkatan kapasitas produksi merespon masih lemahnya daya beli masyarakat.

"Sementara itu, peningkatan ULN publik tercermin dari peningkatan pembiayaan luar negeri untuk menutupi defisit anggaran seiring melebarnya defisit APBN," ujar Josua Pardede, Selasa (18/10).

Menurut Josua, yang perlu diperhatikan adalah tren peningkatan debt service ratio (DSR) dari tahun ke tahun yang mengindikasikan menurunnya kemampuan pemerintah untuk menyelesaikan kewajibannya membayar utang. Rasio DSR meningkat ketika ULN terus tumbuh, sedangkan penerimaan dari ekspor terus mengalami penurunan seiring ketergantungan pada ekspor komoditas.

"Untuk memperbaiki rasio DSR, perlu dilakukan akselerasi peningkatan ekspor untuk meningkatkan pendapatan," tuturnya.

Kendati begitu, Josua menilai, secara keseluruhan kondisi ULN cukup baik karena jika dilihat dari jangka waktunya ULN jangka pendek terus mengalami penurunan, sementara ULN jangka panjang tumbuh melambat.

BI mencatat, posisi ULN jangka panjang yang memiliki komposisi 87,5 persen dari total ULN, pada akhir Agustus 2016 mencapai 282,5 miliar dolar AS. Nilai tersebut tumbuh 8,1 persen (yoy), sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2016 yang sebesar 8,3 persen (yoy).

Sementara itu, posisi ULN jangka pendek yang memiliki komposisi 12,5 persen dari total ULN, pada akhir Agustus 2016 tercatat sebesar 40,5 miliar dolar AS atau turun 4,8 persen (yoy), lebih dalam dari penurunan Juli 2016 yang sebesar 3,7 persen (yoy).




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA