Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Indonesia Promosi Industri MICE di Amerika

Sabtu 15 Oct 2016 08:45 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Las Vegas

Las Vegas

Foto: laman resmi Las Vegas

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Indonesia mempromosikan industri untuk para profesional yang mengadakan rapat maupun pameran serta insentif dalam pameran internasional MICE yang diadakan di Las Vegas pada 18-20 Oktober 2016.

Pameran industri pertemuan terbesar trade show A' ini menarik ribuan profesional dari Amerika dan bagian lain dari dunia yang ingin mendapatkan peluang melakukan bisnis, jaringan dan pendidikan, demikian Direktur Pariwisata Kementerian untuk promosi di Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Nia Niscaya, Sabtu (15/10).

Dikatakan Kementerian Pariwisata Indonesia akan melibatkan sembilan industri pariwisata untuk bergabung dalam acara global dengan mengelar berbagai program di Paviliun Indonesia.

Menurut Nia Niscaya, IMEX Amerika adalah peristiwa potensial bagi Indonesia mempromosikan industri MICE untuk menarik profesional dari pasar AS, guna menarik pengunjung, dengan menyediakan kuliner tradisional Indonesia dan kopi.

Selain itu pengunjung juga dapat mengambil gambar dengan anggota tim Indonesia Indah mengenakan kostum karnaval, katanya.

Keikutsertaan Indonesia dalam IMEX Amerika diharapkan membantu industri MICE terkenal dan memungkinkan pelancong bisnis nternasional tahu lebih banyak tentang potensinya, ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata untuk promosi International, I Gde Pitana mengatakan pertumbuhan yang lebih besar dari industri MICE akan baik bagi perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, setiap negara, termasuk Indonesia, bekerja keras untuk menarik banyak pelancong bisnis guna mengadakan pertemuan, pameran, sekaligus perjalanan insentif.

Pengunjung bepergian untuk tujuan MICE memberikan keuntungan dibandingkan dengan pelancong biasa karena mereka umumnya pemimpin opini, seperti orang bisnis, profesional atau pejabat pemerintah yang datang ke negara tujuan bukan dalam musim liburan, kata Pitana.

Menurut International Congress & Convention Association (ICCA) data, mereka yang bepergian untuk kegiatan MICE terkait cenderung datang dalam kelompok di mana pengeluaran lebih besar tujuh kali dari wisatawan rekreasi dan berpotensi sekaligus menjadi pelancong, katanya.

Gambar wisatawan MICE ini umumnya pengambil keputusan, termasuk presiden direktur perusahaan dan mereka adalah word-of-mouth marketing, tentang negara-negara yang dikunjungi yang akan memberikan dampak lebih besar pada promosi.

Banyak negara telah menyadari keuntungan dari industri MICE ini untuk sektor pariwisata. Akibatnya, kompetisi di antara tujuan untuk acara MICE internasional juga ketat, demikian Pitana.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA