Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Koperasi Syariah BMI Gerakkan Program Bedah Rumah

Senin 19 Sep 2016 10:41 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nidia Zuraya

Bedah Rumah

Bedah Rumah

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia (KS BMI) Tangerang mengembangkan program Rumah Layak Huni (RLH). Hal tersebut diakui Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bisa menjadi contoh bagi koperasi lain dalam memberi manfaat pada anggota koperasi.

"Program bedah rumah dalam bentuk Rumah Layak Huni ini menurut saya ide yang orisinil dan bisa menjadi inspirasi best practise (praktik terbaik, Red) bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya," ujar dia di sela penyerahan bangunan RLH kepada salah satu anggota koperasi di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, Ahad (18/9).

Apalagi, ia melanjutkan, Kemenkop dan UKM saat ini tengah melakukan reformasi total terhadap koperasi yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi. 

Selain program yang dimiliki KS BMI, ia pun kagum dengan kualitas rumah layak yang dibangun koperasi tersebut. Pembangunan rumah tidak sembarangan melainkan memenuhi standar internasional minimal yang ditetapkan UN Habitat (suatu lembaga resmi di bawah PBB). Selain membangun RLH, koperasi ini juga memberikan pinjaman kepada anggota dalam rangka memperbaiki saluran air dan sanitasi.

Sejak Maret 2015 hingga sekarang, KS BMI telah membangun 12 RLH secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana puting beliung, kebakaran maupun memang tidak layak huni. Pembiayaannya bersumber dari sebagian provisi satu persen yang dikenakan atas pinjaman koperasi yang diberikan.

Menkop menegaskan terkait reformasi total koperasi ini, Kemenkop dan UKM tidak membutuhkan kuantitas koperasi, namun lebih menitikberatkan pada kualitas.

"Biarlah koperasi jumlanya sedikit, namun perbanyaklah anggota koperasi dan semakin ditingkatkan kualitasnya, contohnya ya Koperasi Syariah BMI ini," ujar dia.

Anggota koperasi ini mencapai 115 ribu orang, tersebar di empat Kabupaten di Banten, yaitu Tangerang, Pandegelang, Lebak dan Serang.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA