Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Sean Belajar Banyak dari Seri Eropa

Senin 05 Sep 2016 19:28 WIB

Red: Israr Itah

Sean Gelael

Sean Gelael

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, MONZA — Balapan GP2 seri Eropa berakhir di Sirkuit Monza, Italia, Ahad (4/9). Musim ini, masih ada dua seri tersisa di kawasan Asia, yakni di Sikuit Sepang Malaysia dan Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pembalap muda Indonesia Muhammad Sean Gelael mengaku banyak belajar dari seri Eropa dan bertekad tampil lebih bagus di Sepang dan Yas Marina sebelum mengakhiri musim ini. 

“Tentu saya banyak belajar baik dari kegagalan-kegagalan saya maupun kesuksesan saya mendapatkan poin dan naik podium. Ajang GP2 memang tidak mudah, persaingan sangat kompetitif. Setiap tim punya kelebihan dan kekurangan. Faktor balapan tidak hanya ditentukan keandalan mobil dan pebalap, tetapi juga faktor keberuntungan,” kata Sean, pembalap tim Pertamina Campos Racing yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia di Monza, Senin (5/8).

 Sean menuturkan, selama seri Eropa (Spanyol, Monako, Azerbaijan, Austria, Inggris, Hungaria, Jerman, Belgia dan Italia), dia mendapatkan tantangan yang berbeda-beda dengan atmosfer persaingan yang ketat. Semua ini menurutnya memberi pengalaman yang luar biasa pada balapan musim penuh pertamanya di GP2.

Dikatakan dia, tim harus siap segalanya untuk tampil bagus dan juara. Kondisi mobil yang siap pakai tergantung dari setingan mulai dari mesin, aerodinamika, sasis, rem maupun ban. Pembalap juga harus siap baik secara fisik, mental sampai pada pengenalan karakter sirkuit. Faktor cuaca juga bisa ikut menentukan. Terakhir keberuntungan yang juga selalu diharapkan pembalap dalam setiap lomba.

Untuk pengaturan mobil, kata Sean, timnya masih belum menemukan setelan yang ideal selama seri Eropa. Kadang tim mendapatkan setelan yang bagus dan mobil cukup kompetitif, seperti saat tampil di Baku City Azerbaijan dan RedBull Ring, Austria. Namun, tak jarang pula, pengaturan mobil juga kurang pas, sehingga agak kedodoran saat balapan.

Hal ini pula, menurut Sean, yang membuat dia bersama rekan setimnya Mitch Evans tidak bisa tampil selalu konsisten di setiap balapan. Bahkan, Evans yang lebih berpengalaman dan diandalkan pun masih sulit untuk bisa menembus posisi sepuluh besar dalam babak kualifikasi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA