Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Beckenbauer Jalani Operasi Jantung

Senin 05 Sep 2016 17:54 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Israr Itah

Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer

Foto: AP/Ariel Schalit

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer dilaporkan telah  menjalani operasi jantung pada Sabtu (3/9) waktu setempat di sebuah klinik di Jerman Selatan. Operasi ini hanya beberapa hari setelah pihak berwenang Swiss membuka proses pidana terhadapnya.

Bild, seperti dilansir dari Rueters, Senin (5/9), melaporkan operasi tersebut memang telah dijadwalkan jauh sebelum proses pidana tersebut dibuka pekan lalu.

Beckenbauer kabarnya masih berada di kediamannya di Salzburg, Austria, saat pihak berwenang melakukan pencarian selama dua jam. Kemudian pada Jumat (2/9) waktu setempat, ia bertolak ke sebuah klinik di Jerman Selatan untuk mempersiapkan operasi yang telah dijadwalkan untuknya. 

Pekan lalu, kantor Kejaksaan Agung Swiss menggelar investigasi atas dugaan penipuan, kesalahan manajemen pidana, pencucian uang, dan penyalahgunaan yang melibatkan Beckenbauer dan dua mantan presiden federasi sepakbola Jerman (DFB).

Dua mantan presiden DFB itu yakni Wolfgang Niersbach dan Theo Zwanziger. Mantan sekretaris jenderal DFB, Horst Rudolf Schmidt, juga disebut sebagai bagian dari investigasi. Dugaaan kasus pidana itu dilaporkan terkait dengan kesuksesan Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.

Empat pejabat yang terlibat tersebut adalah anggota dari panitia Piala Dunia 2006. Pria berusia 70 tahun itu sebelumnya mengaku membuat kesalahan. Namun, ia membantah semua tuduhan tersebut. 

Tahun lalu, koran Jerman Der Spiegel menuduh mereka menyiapkan dana tertentu senilai 6,7 juta euro untuk memperoleh dukungan dari Asia dalam pemilihan suara Piala Dunia pada Juni 2000. Uang tersebut disediakan oleh mantan kepala eksekutif Adidas, Robert Louis-Dreyfus. 

Der Speigel menduga Dreyfus kemudian mengganti kembali melalui FIFA, setelah panitia Piala Dunia Jerman memberikan kontribusi senilai 6,7 juta euro (Rp 98 miliar) untuk upacara pembukaan yang meriah di Stadion Olimpiade Berlin. Kemeriahan acara itu dibatalkan lima bulan sebelum dimulainya turnamen. 

Beckenbauer harus bertanggung jawab atas penyelewengan dalam pembayaran kepada FIFA pada April 2005. Namun, ia selalu membantah anggapan orang yang menyebut itu sebagai tindakan suap. 

Beckenbauer tercatat pernah memimpin tim nasional Jerman meraih juara di Piala Dunia, saat menjadi pemain pada 1974 dan pelatih pada 1990. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA