Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Ini Salah Satu Kunci Kemenangan Owi dan Butet Lawan Malaysia

Kamis 18 Aug 2016 00:42 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad pada Final ganda campuran Olimpiade Rio 2016, Rabu (17/8).

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad pada Final ganda campuran Olimpiade Rio 2016, Rabu (17/8).

Foto: Mike Blake/Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO -- Pasangan bulu tangkis Indonesia Tantowi dan Ahmad Lilyana Natsir berhasil memberikan kado termanis buat hari kemerdekaan Indonesia yang Ke-71.

Tantowi dan Lilyana memperoleh emas Olimpiade Rio setelah mengalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying dengan dua set langsung 21-14 dan 21-12.   

Keberhasilan Owi dan Butet, sapaan akrab pasangan Indonesia, tak terlepas dari ketenangan dan kecermatan keduanya. Owi dan Butet secara konsisten menekan pasangan Malaysia tanpa memberikan kesempatan untuk berkembang.

Pasangan ganda urutan ketiga dunia ini terus unggul dalam perolehan angka. Di sisi lain, pasangan Malaysia tampak gugup dan tak bisa mengembangkan permainan. Upaya memperlambat permainan pada babak kedua tak memberikan hasil.

Kondisi itu diperburuk dengan service Chan Peng Soon yang berulangkali berhasil digagalkan oleh pasangan Indonesia. Peng Soon juga terlihat kesulitan saat mengarahkan service-nya ke Owi.

Tercatat setidaknya tiga kali service Peng Soon berhasil digagalkan oleh Owi pada babak kedua. Dalam posisi angka 12-10, service Pengsoon di smash keras oleh Owi. Service Peng Soon juga sempat dipatahkan Butet pada putaran kedua.

Baca juga,  Owi/Butet Hadiahkan Emas Olimpiade untuk Hut RI Ke-71.

Sementara Goh Liu Ying yang mencoba mematahkan bola-bola pasangan Indonesia di depan net juga berulangkali melakukan kesalahan. Beberapa bola lambung Goh Liu dengan mudah di smash pasangan Indonesia.

Susi Susanti, pemain tunggal putri bulu tangkis Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Olimpiade 1992 memuji pasangan Butet dan Owi. "Suatu kebanggaan luar biasa, menjadi kado bagi hari kemerdekaan," ujarnya di salah satu stasiun televisi..

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA