Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

OJK: Aturan Capping Bunga Deposito Mengacu Tenor 12 Bulan

Rabu 10 Aug 2016 12:14 WIB

Red: Nidia Zuraya

Suku bunga Bank Indonesia

Suku bunga Bank Indonesia

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan batas atas (capping) suku bunga deposito bagi bank BUKU III dan IV tidak akan mengacu ke instrumen suku bunga acuan terbaru Bank Indonesia yakni 7-Day Reverse Repo Rate, namun akan berkiblat ke suku bunga operasi moneter bertenor 12 bulan.

"Kami atur berdasarkan 12 bulan," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Rabu (10/8).

Dengan begitu, kata Muliaman, capping bunga deposito akan tetap mengacu ke suku bunga operasi moneter tenor 12 bulan, atau yang saat ini menjadi acuan BI Rate. Pada 19 Agustus 2016, BI Rate akan berganti menjadi suku bunga operasi moneter bertenor 12 bulan.

Hal tersebut sama dengan kebijakan OJK sebelumnya yang menetapkan suku bunga deposito Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III sebesar 100 basis points (bps) di atas BI Rate, sedangkan BUKU IV sebesar 75 bps di atas BI Rate.

Muliaman mengatakan tetapnya acuan untuk capping karena peraturan capping lebih untuk mencegah Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan BUKU IV berlomba secara tidak sehat untuk mendapat likuiditas deposito.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, bank-bank BUKU III dan IV banyak yang menawarkan suku bunga deposito tinggi untuk mendapat deposito. Namun, jika capping ini berkiblat ke suku bunga bertenor 12 bulan, berarti perbankan memiliki daya tarik untuk menawarkan suku bunga depositonya, ketimbang mengacu ke 7-Day Reverse Repo Rate dengan bunga yang lebih rendah.

"Capping ini lebih untuk pencegahan agar tidak ada persaingan yang tidak sehat. Artinya jika likudiitas ketat, nanti bunga deposito malah lebih tinggi. Makanya capping. Jadi capping bukan untuk refrensi bunga," kata Muliaman.

Pada 19 Agustus 2016 mendatang, BI sebagai otoritas moneter akan mengubah instrumen suku bunga acuannya dari BI Rate menjadi 7-Day Reverse Repo Rate. 7-Day Reverse Repo Rate merupakan tingkat bunga pada transaksi Surat Utang Negara (SUN) antara BI dan perbankan dengan tenor yang lebih singkat yakni 7 hari.

7-Day Reverse Repo Rate memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga acuan tenor 12 bulan. Saat ini, 7-Day Reverse Repo Rate bertengger dengan bunga 5,25 persen, sedangkan suku bunga operasi moneter tenor 12 bulan sebesar 6,5 persen.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA