Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Korban Bom Bunuh Diri Solo Dapat Penghargaan

Kamis 04 Aug 2016 18:46 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Polisi membawa kantong berisi jenazah Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7).  (Antara/Maulana Surya)

Polisi membawa kantong berisi jenazah Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/7). (Antara/Maulana Surya)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Korban bom bunuh diri di Mapolres Kota Surakarta, Brigadir Polisi Satu (Bripka) Bambang Adi Cahyanto, mendapat penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat dari Kepala Polri.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Polisi Ahmad Luthfi melalui Kasubbag Humas AKP Yuliantara di Solo, Kamis mengatakan, Kapolri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada Bripka Bambang Adi Cahyanto, atas jasanya menghentikan aksi bom bunuh diri di Mapolres Surakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Yuliantara, Bripka Bambang Adi Cahyanto mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda). Acara pelantikan kenaikan pangkat kepada Bambang Adi Cahyanto, sebelumnya secara simbolis akan digelar di Mapolres Kota Surakarta, Kamis ini, tetapi pindahkan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, di Semarang, pada Jumat (5/8), pagi. Ini menimbang kondisi korban belum 100 persen pulih.

Yuliantara mengatakan pemberitahuan surat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) Nomor KEP/753/VII/2016, tanggal 29 Juli 2016 tersebut diterima oleh Polres Kota Surakarta dari Kapolda Jateng, pada Selasa (2/8).

Yuliantara menjelaskan, Kapolri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa terhadap Bambang Adi Cahyanto, karena jasanya menghentikan pelaku bom bunuh diri masuk ke Mapolres Kota Surakarta. Jika pelaku tidak dicegah oleh Bambang, kemungkinan jumlah korban bom bisa lebih banyak.

Bambang sekarang masih menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Moewardi Solo. Korban luka luar terkena serpihan sudah sembuh, tetapi alat pendengaran bagian kirinya agak terganggu. Jika dia mendengar suara ramai kepalanya pusing.

Selain itu, bagian mata sebelah kanan masih terganggu jika terkena sinar matahari kepalanya pusing. Dia jika keluar ruangan harus mengenakan kacamata hitam, sehingga hingga kini masih menjalani terapi.

Baca juga, Hentikan Pelaku Bom Solo, Tribrata Polda Jateng Panen Pujian.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA