Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Jokowi Minta Jangan Ada Lagi Konflik antara Personel TNI dan Polri

Senin 01 Aug 2016 20:59 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Presiden Joko Widodo meminta tidak ada lagi konflik antara personel TNI dan Polri. Jokowi menegaskan TNI dan Polri harus bersatu untuk menjaga keamanan dan pertahan negara.

"Setop, ke depan ini (konflik personel TNI dan Polri) tidak boleh terjadi lagi," tegasnya saat menyampaikan amanat pada upacara Prasetya Perwira Remaja TNI-Polri Tahun 2016 di Lapangan Sapta Marga, Kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa tengah, Selasa (26/7).

Menurut Jokowi, pertikaian antar sesama aparat ini harus disudahi. Karena TNI dan Polri merupakan alat negara terdepan, dalam menjaga pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengingatkan, TNI dan Polri harus selalu bersinergi, berkoordinasi, bersatu bergotong- royong untuk kepentingan bangsa, kepentingan negara dan rakyat Indonesia. Sekarang saatnya kedua aparat negara ini menghilangkan egosektoral.

"Tingkatkan jiwa korsa, soliditas dan solidaritas antara TNI dengan Polri serta pelihara kemanunggalan TNI dan Polri dengan rakyat," katanya.

Pada bagian lain, Jokowi juga menegaskan, perwira TNI dan Polri harus bisa bersikap responsif. Harus peka dan terus meningkatkan kualitas kinerjanya secara profesional.

Presiden juga meminta jika ada kritik dari masyarakat --terkait kinerja TNI dan Polri-- hal itu hendaknya bisa dijadikan sebagai suatu masukan untuk perbaikan kinerja sebagai aparat negara pelindung rakyat.

Tak lupa Presiden pun berharap TNI dan Polri terus memperbaiki institusi. Dengan begitu TNI dan Polri mampu mencocokkan diri dengan perkembangan lingkungan strategis, baik pada lingkup nasional, regional maupun lingkup global. Seluruh perwira remaja TNI dan Polri juga diminta untuk menjalankan tugas, amanah dan pelayanan secara profesional, proposional dan prosedural.

"Semua ini haris bisa dilaksanakan  dengan menjunjung tinggi ketentuan perundang- undangan, kode etik profesi dan hak asasi manusia (HAM)," ujarnya.

Sementara itu, pada upacara Prasetya Perwira Remaja TNI-Polri kali ini , sedikitnya 720 orang perwira muda TNI dan Polri dilantik oleh Presiden Jokowi. Rinciannya, 221 orang perwira muda Angkatan Darat, 108 perwira muda Angkatan Udara, 91 perwira Angkatan Laut serta 300 perwira muda Akademi Kepolisian (Akpol).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA