Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Hebat, TNI Ciptakan Teknologi Pencegah dan Pemadam Kebakaran Hutan

Senin 01 Aug 2016 19:52 WIB

Rep: Maspril Aries/ Red: Bayu Hermawan

Komando Resort Militer (Korem) 044/ Garuda Dempo (Gapo) menciptakan teknologi pencegah dan pemadam Karhutla yang diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44.

Komando Resort Militer (Korem) 044/ Garuda Dempo (Gapo) menciptakan teknologi pencegah dan pemadam Karhutla yang diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44.

Foto: Republika/ Maspril Aries

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pengalaman terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membuat Komando Resort Militer (Korem) 044/ Garuda Dempo (Gapo) di Sumatera Selatan menciptakan teknologi pencegahan dan pemadaman Karhutla.

"Teknologi yang kami ciptakan diberi nama Bios 44 dan Nusantara Gapo 44. Bios 44 merupakan teknologi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan gambut. Nusantara Gapo 44 merupakan teknologi busa atau foam untuk pemada api pada kebakaran di lahan gambut," kata Komandan Korem 044/ Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo, Senin (1/7).

Menurut Danrem teknologi  berupa cairan Bios 44 dan busa Nusantara Gapo 44 merupakan hasil riset yang dilakukan anggota Korem 044/ Garuda Dempo. Ia menjelaskan Bios 44 merupakan paduan beberapa mikro organisme menyatu.

"Cairan Bios 44 saat disemprotkan ke lahan gabus yang basah mampu memperkecil hingga menutupi rongga-rongga dalam lahan gambut, sehingga lahan gambut tidak mudah terbakar. Rongga dalam lahan gambut itu menyimpan oksigen yang mengakibat bisa terjadinya kebakaran lahan dalam waktu yang lama kemudian memicu kabut asap," ujarnya Kunto Arief.

Sementara itu untuk teknologi Nusantara Gapo 44, Danrem Kunto Arief menjelaskan, merupakan busa yang digunakan untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut.

"Busa Nusantara Gapo 44 merupakan terapan teknologi penanganan kebakaran dengan menggunakan cairan yang aman dan ramah lingkungan. Berbeda dengan cairan pemadam kebakaran yang ada saat ini yang mengandung cairan sulphur," jelasnya.

Sementara Kasi Operasional Korem 044/ Gapo Letkol Inf Wahyu HS mengatakan, busa Nusantara Gapo 44 tidak mengandung unsur kimia. Menurutnya pemadaman menggunakan busa Nusantara Gapo 44 ini bisa dilakukan dengan mobil pemadam kebakaran atau sepeda motor yang sudah dimodifikasi atau personal anggota pemadam kebakaran yang disemprotkan ke lahan yang terbakar.

"Lalu busa tersebut akan memadamkan api dan turun ke bawah memadamkan api yang ada di bawah lahan gambut," ucapnya.

Dua teknologi hasil ciptaan tim riset Korem 044/ Garuda Dempo tersebut menurut Kol Inf Kunto Arief Wibowo saat ini selain sudah dilakukan uji coba juga tengah diajukan paten ke Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami juga sudah melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mempresentasikan dua teknologi ciptaan kami tersebut. Sekarang sudah menunggu jadwal dari kementerian," ujarnya lagi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang dihubungi Republika.co.id mengatakan dirinya sudah mendapat informasi terkait alat pemadam karya personel TNI itu.

"Saya sudah diberitahu dan minta dijadwalkan waktunya. Mungkin Jumat nanti atau pekan depan sekembali saya dari Korea," ucapnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA