Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Pemerintah Perlu Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

Kamis 28 Jul 2016 14:16 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Petugas gabungan Satpol PP, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, TNI dan Polri melakukan razia klinik, pijat serta toko obat di Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Sen

Petugas gabungan Satpol PP, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Pusat, TNI dan Polri melakukan razia klinik, pijat serta toko obat di Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Sen

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perlu meningkatkan pengawasan pada peredaran obat dan makanan. Sebab, banyak media yang memberitakan peredaran obat-obatan terlarang di internet.

"Banyak konsumen yang memesan obat-obat tersebut tanpa resep dokter. Itu berbahaya bila kelebihan dosis atau disalahgunakan," kata Saleh melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Kamis (28/7).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan peredaran obat-obatan yang mudah diperjualbelikan di internet bisa lebih berbahaya dari peredaran narkoba. Jual beli yang bebas di internet juga rawan penyalahgunaan.

Karena itu, Saleh meminta Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk meningkatkan pengawasan terhadap obat-obatan yang diperjualbelikan di internet. Bila dibiarkan, peredaran obat-obatan melalui internet bisa dianggap sebagai hal yang sah.

"Obat-obatan yang mesti berdasarkan resep dokter, seharusnya tidak bisa diperjualbelikan dengan mudah, apalagi melalui internet. Harus ada pengawasan khusus terkait hal ini," ucap dia.

Menurut Saleh, Kementerian Kesehatan dan BPOM seharusnya memiliki sistem pengawasan peredaran obat melalui internet. Apalagi, transaksi melalui internet sudah menjadi pilihan banyak orang.

"Saya khawatir pemerintah belum mempunyai sistem untuk mengawasi peredaran obat melalui internet. Padahal, jual beli melalui internet sudah banyak dilakukan orang," katanya.

Dengan kemudahan yang bisa dilakukan di internet, sangat mungkin seseorang akan berpikir untuk apa membeli obat di apotek yang mengharuskan dengan resep dokter bila dengan mudah bisa didapatkan dengan membeli secara daring di internet tanpa resep dokter.

"Pemerintah harus lebih fokus mengurus kesehatan masyarakat. Setelah peredaran vaksin palsu, kemudian kartu BPJS palsu, hal-hal lain juga bisa merusak kepercayaan masyarakat," ujarnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA