Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Solusi itu Bernama Istighfar

Selasa 19 Jul 2016 06:57 WIB

Red: Irwan Kelana

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Bulukumba, Sulawesi Selatan, KH Mudzakkir M Arif Lc MA.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Bulukumba, Sulawesi Selatan, KH Mudzakkir M Arif Lc MA.

Foto: Dok pribadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Allah SWT memberikan banyak sekali solusi kehidupan. Salah satunya adalah istighfar atau memohon ampun kepada Allah.

”Dosa-dosa yang pernah kita lakukan sejak kita baligh, dosa dosa kecil yang menjadi besar, maupun dosa dosa besar yang belum ditaubatkan, dosa kepada Allah, maupun dosa kepada sesama manusia yang belum dimaafkan; sebagian dari dosa itu dibalas oleh Allah di dunia ini dalam bentuk penyakit, kecelakaan, penderitaan, kesulitan hidup, berbagai kegagalan, kehilangan dan kejatuhan,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Bulukumba, Sulawesi Selatan, KH Mudzakkir  M Arif Lc MA kepada Republika, Selasa (19/7/2016).

Solusinya, kata Mudzakkir, bertobat.  “Karena itu, saat kita sedih, susah, gelisah, bingung, menderita, menjadi saat wajib kita bertobat, memohon pengampunan dosa, agar Allah berkenan mengangkat semua keburukan dari kita,” ujar Mudzakkir.

Menurut Mudzakkir, sangat penting bagi setiap Muslim untuk membiasakan diri beristighfar setiap hari. “Membiasakan diri untuk mengamalkan wirid istighfar minimal seratus kali, bahkan ribuan kali setiap hari, itu sangat baik untuk keselamatan, kebahagiaan, keamanan, kedamaian, kesejahteraan dan kesucian kita. Marilah kita dawamkan istighfar setiap hari sebagai solusi kehidupan kita,” ujar KH Mudzakkir M Arif Lc MA

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA