Kemenhub: Arus Balik Jangan Trauma Lewat Brebes

Red: Citra Listya Rini

 Rabu 13 Jul 2016 23:37 WIB

Kendaraan memasuki pintu Tol Brebes Timur-Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (9/7). (Republika/Wihdan Hidayat) Kendaraan memasuki pintu Tol Brebes Timur-Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (9/7). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Kementerian Perhubungan menyatakan pemudik tidak perlu trauma dengan kemacetan atau penumpukan kendaraan (bottleneck) jika dialihkan ke Pantura dan Jalan Tol Brebes Timur.

"Kalau dialihkan oleh petugas Kepolisian di lapangan karena telalu banyak (kendaraan) di jalur selatan, tidak usah trauma dialihkan ke Pantura kemudian masuk tol Brebes karena fenomenanya cenderung terbalik," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo pada konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/7).

Sugihardjo mengatakan sudah sewajarnya terjadi penumpukan kendaraan pada arus mudik karena perpindahan dari ruas jalan tol Cikampek yang lebar menjadi lebih sempit menuju gerbang keluar Tol Brebes Timur.

Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat yang menghadapi arus balik sampai puncaknya pada 18 Juli mendatang untuk melintasi jalur Pantura, tol Brebes Timur dan Cipali daripada melewati jalur selatan.

"Kalau arus mudik ini kan dari jalan mayor ke minor, sebaliknya untuk arus balik dari minor ke mayor. Selain itu, dari tol Brebes Timur itu juga tidak ada transaksi seperti waktu mudik, cukup ambil kartu," ujar Sugihardjo.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan perlintasan sebidang (JPL) kereta api masih menyumbang kemacetan di jalur tengah dan selatan.

Menurut dia, banyak persimpangan sebidang di jalur tengah karena setiap delapan menit ada perlintasan kereta api yang menahan kendaraan selama 12 menit.

"Perlintasan kereta api selama 12 menit menjadi permasalahan di Ajibarang dan Prupuk sehingga daerah tersebut masih agak padat dan bermasalah. Kalau di Pantura sendiri normal," kata Pudji.

Kementerian Perhubungan menyatakan operasi angkutan Lebaran dan arus balik masih berlangsung sampai 18 Juli mendatang karena sebagian pemudik masih menunggu kepulangan hingga usai liburan sekolah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X