Arus Mudik di Pantura Tuban Meningkat

Red: Citra Listya Rini

 Ahad 03 Jul 2016 14:43 WIB

Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintas di Jalur Pantura. Foto: Antara/Oky Lukmansyah Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintas di Jalur Pantura.

REPUBLIKA.CO.ID, TUBAN  --  Arus mudik Lebaran 2016 dari arah barat melalui jalan raya Pantura Tuban Provinsi Jawa Timur mulai meningkat dengan kesiapan 80 unit kendaraan roda empat dan berkisar 45-50 kendaraan roda dua per 15 menit untuk diberangkatkan.

Petugas dari Dinas Perhubungan Tuban Nurhadi di Pos Pengamanan Sukolilo di Kecamatan Bancar, Ahad (3/7), menyatakan pemantauan untuk memastikan jumlah kendaraan dari arah barat ke timur melalui jalan di Pantura yang dilakukan pagi hari.

Jumlah kendaraan yang lewat, lanjut dia, meningkat dibandingkan sehari sebelumnya hanya 60 unit kendaraan roda empat dan berkisar 30-35 unit kendaraan roda dua, setiap dua bulan sekali dua per 15 menit.

"Peningkatan arus mudik dari arah barat sebenarnya sudah terjadi sejak sehari lalu, karena sudah masuk jadwal libur lebaran. Sedangkan dari arah timur kendaraan yang lewat masih normal," ujar Oyos pula.

Oyos memperkirakan peningkatan arus mudik dari arah barat dengan memanfaatkan kendaraan roda empat dan dua yang melalui Pantura Tuban akan terus meningkat menjelang Idulfitri. "Puncaknya arus mudik ya sehari sebelum lebaran," ujar dia.

Menurutnya, Pos Sukolilo sekarang ini tidak lagi berfungsi sebagai rest area karena ada bangunan baru rumah pemotongan hewan (RPH) sehingga lokasinya menjadi sempit. Pada lokasi setempat yang dulu berfungsi sebagai pos pengamanan dan rest area, serta sekarang hanya berfungsi sebagai pos pengamanan lebaran.

Penelusuran Jalur Pantura dengan jarak 43 kilometer, sehingga kendaraan roda empat bisa dengan leluasa mencapai rest area di Desa Sugihwaras Kecamatan jenuh dengan waktu tidak lebih 1 jam. "Pemudik padat malam hari dan pagi hari," kata Kepala Pos Pelayanan Rest Area di Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu, Tuban AKP Budi H.

Begitupula, lanjut dia, banyak pemudik dari arah barat yang memanfaatkan kendaraan roda empat serta roda dua agar berhenti di rest area yang berjarak hanya sekitar 4 kilometer dari Kota Tuban pada malam hari sampai pagi hari.
"Kalau siang hari tadi sepi," ujarnya lagi.

Pada pos pelayanan rest area bekas terminal lama itu dilengkapi dengan berbagai sarana mulai pos kesehatan, karaoke, pijat dengan mesin, permainan anak-anak, sejumlah rumah makan, bahkan dilengkapi dengan hiburan musik.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X