Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Jawa Barat Mengalami Inflasi 0,72 Persen

Jumat 01 Jul 2016 17:38 WIB

Red: Friska Yolanda

Bank Indonesia

Bank Indonesia

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pada Juni 2016, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,72 persen. Inflasi di Jabar pada bulan lalu lebih tinggi dibandingkan dengan Mei yang hanya 0,25 persen.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jabar Soekowardojo mengatakan, inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga ini sejalan dengan pola musiman selama berlangsungnya bulan Ramadhan. "Namun, realisasi ini lebih rendah dibandingkan historisnya," kata Soekowardojo dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (1/7).

Berdasarkan data tahun 2011-2015 kecuali 2013, rata-rata inflasi bulan Ramadhan di Jabar adalah 0,62 persen. Sedangkan, di bulan periode Lebaran yang juga terdapat sebagian periode Ramadhan, inflasinya 0,80 persen.

Tren harga bahan bakar minyak yang rendah menjadi salah satu faktor relatif rendahnya realisasi inflasi di bulan Ramadhan 2016.

Berdasarkan catatan BI, andil inflasi terbesar diberikan kelompok komponen bergejolak (volatile food) yang mencapai 0,57 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi di antaranya kentang (0,1 persen), wortel (0,09 persen), telur ayam ras (0,09 persen), daging ayam (0,09) persen, dan beras (0,07 persen).

Kelompok barang yang harganya diatur pemerintah (asministered price) memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,09 persen. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok nonenergi. Komoditas penyumbang inflasi di antaranya angkutan kota, angkutan udara, dan kereta api.

"Ini sejalan dengan kenaikan permintaan terhadap moda transportasi umum menjelang mudik Lebaran dan pemberlakuan tuslah," kata Soekowardojo.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar, tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi. Inflasi terbesar terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,9 persen. Sedangkan, inflasi terkecil terjadi di Kota Bogor sebesar 0,45 persen.

Seiring dengan Lebaran yang berlangsung pada awal Juli, diperkirakan tekanan harga akan meningkat. Namun, tekanan harga ini akan turun di akhir bulan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA