Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Tiga Kiat Pilih Pengasuh Anak Infal

Rabu 29 Jun 2016 16:29 WIB

Red: Ani Nursalikah

Anak dan pengasuhnya.

Anak dan pengasuhnya.

Foto: Amin Madani/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengharapkan orang tua berhati-hati memilih pembantu infal yang marak saat Idul Fitri, termasuk yang bertugas mengasuh anak.

"Di tengah kesibukan menyiapkan mudik dan libur Lebaran, orang tua tetap memiliki tanggung jawab mengasuh anak secara baik," kata Niam lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (29/6).
 
Niam mengatakan, asisten rumah tangga menjalankan fungsi pengganti dalam pengasuhan anak karena yang punya tanggung jawab tetap orang tua. Menurut dia, pengasuhan anak tidak bisa digantungkan sepenuhnya kepada pembantu, khususnya yang baru dikenal. KPAI mencatat pada tahun lalu, tingginya pelanggaran pengasuhan anak yang dilakukan pembantu infal setiap musim libur Lebaran tiba.
 
"Kasus mulai dari kekerasan fisik hingga kejahatan seksual terjadi pada Lebaran tahun lalu. Ini terjadi karena kelalaian orang tua. Oleh sebab itu, kami mengimbau orang tua tetap menjadi yang terdepan dalam mengasuh anak," kata Niam.
 
Jika terpaksa mempekerjakan pembantu infal, Ketua KPAI berbagi kiat agar anak-anak tetap terlindungi. Pertama, pada saat merekrut pembantu infal, orang tua harus memastikan identitasnya secara jelas, termasuk latar belakang keahlian.
 
Kedua, perlu dipertegas jenis pekerjaan bagi pembantu infal misalnya untuk mencuci, membersihkan rumah dan sejenisnya. Sementara pekerjaan yang terkait dengan pengasuhan anak tetap dipegang langsung oleh orang tua dan keluarga.
 
"Jika memang harus rekrut pembantu infal, sebaiknya tidak memprioritaskan pekerjaan yang berkaitan dengan pengasuhan anak," katanya.
 
Ketiga, jika terpaksa mempekerjakan pembantu infal untuk pengasuhan anak, maka harus dalam pengawasan orang tua. "Tidak boleh dilepas sendiri. Orang tua harus mengawasi dengan benar pembantu tersebut yang baru dikenal. Tidak boleh lengah," kata dia.
 
Di samping itu, Niam mengingatkan orang tua menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana mengenalkan mempererat kekerabatan dan mengenalkan anak arti penting silaturahim serta menyambung persaudaraan, komitmen berbagi dan saling memaafkan.
 
KPAI juga memberi tips orang tua saat mengajak anak-anak liburan, untuk memilih tempat rekreasi yang edukatif, tidak membahayakan dan tentu tetap harus mendampingi serta memberikan pengawasan terhadap keselamatan anak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA