Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Bahan Makanan Berbahaya Masih Beredar di Pasar

Rabu 29 Jun 2016 11:46 WIB

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Andi Nur Aminah

Sidak makanan berbahaya (ilustrasi)

Sidak makanan berbahaya (ilustrasi)

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim pemantau harga dan pangan periode Ramadhan 2016 masih menemukan sejumlah bahan makanan berbahaya di beberapa pasar Kabupaten Sleman. Salah satunya di Pasar Cebongan Mlati dan Pasar Kebonagung Minggir.

Dari 17 sampel makanan yang diambil di Pasar Cebongan, satu di antaranya mengandung boraks. “Yang pakai boraks ini mie jowo yang kuning-kuning,” tutur Bupati Sleman, Sri Purnomo saat ditemui di sela-sela pantauan pasar, Rabu (29/6).

Sementara di Pasar Kebonagung, dari 15 sampel makanan yang diujicoba, tiga di antaranya positif mengandung pewarna Rodamin B. Tiga produk berbahaya tersebut meliputi rengginang, lanting, dan kerupuk pasir.

Menurut Sri, makanan yang mengandung Rodamin B cenderung memiliki warna yang menyala. Sehingga masyarakat banyak yang tertarik dan mengonsumsi makanan tersebut. Padahal di sisi lain, konsumsi makanan yang mengandung Rodamin B secara terus-menerus dapat memicu perkembangan sel kanker.

“Setelah pantauan ini, kami langsung mengintruksikan agar bahan-bahan makanan berbahaya itu segera dimusnahkan. Jangan sampai tersebar lebih jauh ke masyarakat,” kata Sri. Ia mengatakan makanan-makanan tersebut berasal dari luar Sleman.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA