Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Soal Brexit, Amerika Latin Cemas dan Hormati Sikap Inggris

Sabtu 25 Jun 2016 23:11 WIB

Red: Agung Sasongko

Brexit

Brexit

Foto: Ap Photo

REPUBLIKA.CO.ID, MEKSIKO -- Pada saat dunia masih berusaha mencerna keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE), negara Amerika Latin menanggapi dengan campuran kehawatiran dan penghormatan yang berhati-hati.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Pada saat bersejarah ini, Meksiko tetap bertekad untuk terus membangun hubungan persahabatan yang luar biasa, penanaman modal penting dan hubungan dagang, dan kerja sama pendidikan, kebudayaan serta teknologi yang menghubungkannya dengan Inggris."

Meksiko juga menyatakan, pada 2015, perdagangan bilateral naik menjadi 4,312 miliar dolar AS, sehingga Inggris menjadi mitra perdagangan terbesar ke-17 Meksiko dan terbesar keenam di dalam UE.

Brasil mengambil sikap yang lebih tegas. Juru bicara pemerintah Brazil mengatakan keluarnya Inggris melucuti sekutu penting Pasar Bersama Selatan (Mercosur), blok perdagangan regional, bagi Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) dengan UE.

Menurut Daniel Godinho, Sekretaris Perdagangan Luar Negeri di Kementerian Perindustrian, Layanan dan Perdagangan Luar Negeri, dampak penuh sulit untuk dihitung tapi Inggris adalah salah satu sekutu utama Mercosur dalam menjamin kesepakatan itu.

"Namun, kami akan terus melanjutkan proses ini dengan mengandalkan pelaku lain yang mendukung kesepakatan semacam itu," kata Godinho, sebagaimana dikutip Xinhua di Jakarta, Sabtu malam.

Pada 2015, eksport Brasil ke Inggris naik jadi 2,9 miliar dolar AS, dan merupakan 8,5 persen eksport negeri tersebut ke UE.

Presiden Uruguay Tabare Vazquez pada Jumat (24/6) mengatakan kepergian Inggris dari UE akan membuat lebih sulit bagi blok itu untuk menandatangani FTA dengan Mercosur.

"Kami akan terus berusaha tapi ini memang membuat rumit perundingan bagi FTA antara Mercosur dan UE," kata Vazquez dalam satu pertemuan kabinet pada Jumat pagi. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Rodolfo Nin Novoa mengkonfirmasi kedua komisi yang mengerjakan FTA akan melanjutkan pertemuan terjadwal mereka.

Argentina menyampaikan "rasa terganggunya" dengan keputusan pemilih Inggris untuk keluar dari UE, kata Menteri Luar Negeri Susana Malcorra pada Jumat.

Dalam satu taklimat, Malcorra mengakui, "Ini adalah keputusan rakyat Inggris dan kami tak bisa membantahnya. Namun, ini adalah petunjuk kuat bahwa dunia mengalami masa sulit, penuh kekhawatiran dan pengucilan."

"Kekhawatiran bertambah parah, ini adalah kenyataan yang sangat mengkhawatirkan. Dampak dari keputusan Inggris. Semuanya tidak jelas buat kami, tapi semua telah mengguncang lembaga dunia," tambah wanita menteri tersebut.

Buat Menteri Luar Negeri Chile Heraldo Munoz, "Kami harus melompat ke kesimpulan. Ini adalah masalah rumit, kami harus berhati-hati dan tidak menyerah pada perasaan seperti yang bisa terjadi selama suatu acara penting."

Munoz berbicara dalam taklimat setelah pertemuan dengan Presiden Michelle Bachelet dan mengatakan, "Hanya satu persen eksport kami menglir ke Inggris. Kami harus mempertahankan rasa yang seimbang mengenai apa arti ini buat negara kami."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA