Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Dua Kelompok Geng Motor Bentrok, Satu Tewas

Senin 20 Jun 2016 00:16 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Ilham

Geng motor.  (ilustrasi)

Geng motor. (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Dua kelompok geng motor kembali terlibat perkelahian hingga menewaskan salah satu dari mereka. Peristiwa perkelahian yang melibatkan kelompok geng motor X dan B tersebut terjadi di kantor Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (18/6), sekitar pukul 20.30 WIB.

Tiga anggota geng motor X berhasil diringkus polisi. Salah satu pelaku yang ditangkap, AR (23 tahun), diduga sebagai pelaku penusukan yang mengakibatkan Ahmad Sadikin (27) tewas.

"Tiga tersangka kini diamankan. Salah satunya pelaku penusukan. Barang bukti sebilah rencong yang digunakan menusuk korban juga disita polisi,’’ kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus kepada para wartawan, Ahad (19/6).

Ahmad yang meninggal merupakan anggota geng motor B. Korban mengalami luka bacok hingga nyawanya tak tertolong. Selain korban meninggal, perkelahian yang melibatkan puluhan anggota geng motor tersebut mengakibatkan empat lainnya luka-luka terkena sabetan senjata tajam.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan penyidikan dan menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku perkelahian yang merenggut nyawa. Tak hanya tersangka, polisi juga menyita barang bukti samurai, golok, rencong, keeling, double stick, dan sejumlah benda tumpul lainnya.

Sebelum meninggal dunia, korban Ahmad sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjungsari. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan. ‘’Pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal sudah kita amankan,’’ kata Yusri.

Menurut Yusri, perkelahian dua kelompok geng motor ini terjadi di halaman kantor kecamatan. Sebelum kejadian, petugas piket Satpol PP Kecamatan Pamulihan mendapati sekelompok pemuda (geng motor B) yang tengah berkumpul di pinggir jalan depan kantor kecamatan.

Petugas Satpol PP kemudian membawa kelompok pemuda tersebut ke kantor kecamatan untuk dilakukan pendataan. Saat dimintai keterangan oleh petugas Satpol PP, kelompok pemuda tersebut mengaku tengah membentuk kepengurusan baru.

Tak lama kemudian datang sekelompok anggota geng motor X dan langsung melakukan penyerangan. ‘’Dalam aksi tawuran tersebut kedua kelompok membawa senjata tajam,’’kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA