Pengemis Lumpuh Raih Untung di Bulan Ramadhan

Rep: Mabruroh/ Red: Andi Nur Aminah

 Ahad 12 Jun 2016 13:41 WIB

Seorang pengemis meminta-minta kepada jamaah setelah shalat jumat yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (18/7). (Republika/Raisan Al Farisi) Foto: Republika/Raisan Al Farisi Seorang pengemis meminta-minta kepada jamaah setelah shalat jumat yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (18/7). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan menjadi bulan perlombaan bagi umat islam untuk memperbanyak amal jariyah dan saling berbagi kebaikan. Moment ini justru dimanfaatkan oleh sebagian kalangan untuk meraih untung di balik belas kasihan dan bulan yang penuh pahala ini.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Benny Martha mengatakan baru saja anggotanya mendapati 'pengemis gendong' alias pengemis yang memanfaatkan kelumpuhan anggota tubuhnya. Kedua pengemis tersebut saling membantu untuk meminta-minta kepada masyarakat yang lewat. "Keduanya kami dapati di Jajan Tiptop Rawamangun saat giat rutin sore hari," ujar Benny dalaman siaran pers di Jakarta, Ahad (12/6).

Benny memaparkan mulanya pada Sabtu (11/6) sore petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Timur melakukan giat rutin. Petugas kemudian memantau lokasi tersebut dengan mengunjungi toko-toko maupun rumah makan yang berderat di sekitar lokasi.

"Akhirnya kami lakukan penjangkauan terhadap mereka. Satu pengemis normal yang menggendong satu lagi pengemis dengan disabilitas tubuh," ujar Benny.

Ia melanjutkan, ketika petugas bertanya kepada salah satu pengemis tersebut, ia mengaku sehari bisa menghasilkan Rp 500 ribu. Sedangkan saat ditanyakan sejak kapan keduanya mulai melancarkan aksi mengemis dengan modus tubuh lumpuh, pengemis tersebut menjawab sudah tiga tahun.

Kepada petugas pengemis disabilitas itu mengaku dalam tiga tahun mengemis sudah pernah tiga kali mendapatkan pembinaan di panti. Sedangkan pengemis yang normal mengaku baru tiga hari melakukan aksi mengemisnya. "Biasanya dia ngojek lalu di ajak karena pendapatannya yang lebih besar," ujar dia.

Keduanya tambah Benny saat ini sudah berada di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Sedangkan untuk giat sendiri, dia mengatakan, akan dilanjutkan kembali menyusuri daerah-daerah di Jakarta Timur.

Terakhir Benny mengimbau supaya masyarakat untuk tidak memberi dalam bentuk apapun kepada para pengemis. Kalaupun ingin berbagi di bulan suci ini, Benny menyarankan supaya dapat menyalurkan rasa kepeduliannya pada lembaga-lembaga yang dapat dipercaya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X