Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Bill Clinton Sebut Muhammad Ali Pejuang Kemanusiaan

Sabtu 11 Jun 2016 13:34 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nur Aini

Jenazah Muhammad Ali saat hendak dimakamkan.

Jenazah Muhammad Ali saat hendak dimakamkan.

Foto: REUTERS/Michael Clevenger/POOL

REPUBLIKA.CO.ID, LOUISVILLE -- Mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton menyampaikan pidato penghormatannya untuk almarhum Muhammad Ali, Jumat (10/6). Ia menyebut legenda tinju dunia itu sebagai seorang pejuang untuk kemanusiaan.

Clinton memuji semangat Ali yang digambarkannya sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia melawan penyakit Parkinsonnya selama puluhan tahun. Keduanya pernah bertemu dan berjabat tangan saat Olimpiade 1996.

"Saya pikir dia memutuskan sesuatu yang saya harap setiap anak muda juga memutuskannya. Ia memutuskannya di usia sangat muda untuk menulis kisah hidupnya," kata Clinton seperti dilansir Daily Mail. Ia menyeru generasi muda untuk mencontoh Ali.

Clinton adalah satu dari sembilan orang yang berpidato untuk melepas kepergian Ali. Ia juga tak hanya memujinya dalam kekuatan dan kecepatan di ring tinju, tapi juga aksi Ali di ranah kemanusiaan.

"Saya akan selalu berpikir Muhammad sebagai orang yang bebas yang sadar bahwa tak semua hal bisa dikendalikan penuh," kata Clinton. Menurutnya, penyakit Parkinson tidak membuat Ali semakin lemah tapi malah semakin besar dan kuat.

Meski tak bisa lagi menunjukan kekuatannya, tapi Ali bisa menggerakan hati dan pikiran banyak orang. Clinton mengatakan pada dasarnya Ali adalah pejuang universal untuk kemanusiaan. "Kita harus menghormatinya dengan membawa hadiah kita untuk dunia, seperti yang ia lakukan," tutup Clinton yang disambut tepuk tangan riuh.

Clinton adalah orang terakhir yang menyampaikan pidato. Kini Muhammad Ali telah dimakamkan. Mungkin hanya ratusan ribu orang mengantarkannya ke tempat peristirahatan. Namun jutaan orang terinspirasi dengan kisah hidupnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA