Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Anggota TNI Tewas Ditusuk Anggota Geng Motor

Selasa 07 Jun 2016 17:01 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Ilham

geng motor (ilustrasi)

geng motor (ilustrasi)

Foto: Thinkstock

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kebrutalan geng motor di Kota Bandung kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah Pratu Galang, anggota prajurit TNI AD. Korban meninggal dunia setelah mendapat luka tikaman senjata tajam di tubuhnya.

Peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung pada Ahad (5/3) dini hari, di Jalan Rajawali (Cibeureum), Kota Bandung. "Korban hendak pulang ke asmara. Namun, di tengah jalan dicegat sekelompok orang. Jumlahnya sekitar 20 orang. Korban mengalami empat luka tusukan di bagian punggung,’’ kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus kepada para wartawan, Selasa (7/6).

Menurut Yusri, setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan, korban yang mengalami luka parah dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi. Sekitar pukul 04.00 WIB, korban tiba di rumah sakit dan sekitar pukul 07.00 menjalani operasi pada luka yang dideritanya. Namun, nyawa korban tak tertolong dan korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Usai berkumpul, mereka bubar sekitar pukul 01.30 WIB.

"Korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Dalam kondisi terluka, korban masih sadar dan sempat menghubungi rekannya melalui telepon genggam,’’ ujar dia.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani jajaran Polrestabes Bandung dibantu Polda Jabar. Polisi, kata Yusri, masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, sampai saat ini polisi belum menangkap kawanan pengeroyok yang diperkirakan berjumlah 20 orang tersebut. "Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut,’’ kata dia.

Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Letkol Arm MD Arianto mengatakan, TNI AD menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut kepada polisi. Meski demikian, kata dia, Kodam III membantu polisi dalam proses penyelidikan kasus ini. "Karena perkara hukum, kita serahkan sepenuhnya kepada polisi. Kita membantu tugas polisi dalam penyelidikan," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA