Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Berani Buang Limbah ke Citarum Tanpa Diolah, Industri Bakal Berhadapan dengan TNI

Kamis 02 Jun 2016 13:28 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolanda

Pengerukan sampah usai digelarnya agenda pencanangan Citarum Bestari di Kampung Bojong Citepus, Kelurahan Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (2/6).

Pengerukan sampah usai digelarnya agenda pencanangan Citarum Bestari di Kampung Bojong Citepus, Kelurahan Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (2/6).

Foto: Umar Mukhtar/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Seluruh perusahaan yang berdiri di sekitar bantaran Sungai Citarum dan anak-anaknya diminta turut terlibat dalam program Citarum Bestari. Industri dilarang keras membuang limbah ke sungai tanpa melewati proses pengolahan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlebih dulu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, industri harus benar-benar menggunakan IPAL yang telah dimilikinya untuk mengolah limbah. Di manapun industri itu berada, baik itu yang di hulu, tengah atau hilir sungai Citarum, harus ikut menjaga kelestarian sungai tersebut.

"Saya minta industri juga turut serta. Industri-industri yang di bantaran sungai citarum. Saya minta kalian terlibat semuanya.

Jangan sampai IPAL-nya tidak digunakan. IPAL dibikin untuk mengolah limbah," tutur dia saat dalam agenda pencanangan Citarum Bestari di Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (2/6).

Jika industri masih tidak menggunakan IPAL untuk pengolahan limbahnya, maka sudah jelas itu merupakan pelanggaran hukum sehingga bakal ditindak. Penegakan hukum ini, kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, akan melibatkan jajaran TNI.

"Karena itu, kita canangkan Citarum Bestari, saya percaya dgn TNI, dengan relawan, masyarakat, semuanya," ujar dia.

Peran TNI, kata Heryawan, juga akan mengawasi IPAL yang dimiliki perusahaan dengan kegiatan patrolinya. Jika ada IPAL yang tidak digunakan, maka TNI akan menindaknya. "Nanti ada patroli untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan ke sungai. Kalaupun ada, segera cegah, juga patroli ke IPAL-IPAL industri agar terus diawasi," tutur dia.

Pencanangan Citarum Bestari ini selain dihadiri oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan wakilnya Deddy Mizwar, juga dihadiri Pangdam III Siliwangi Mayjen Hadi Prasojo, Bupati Bandung Dadang Naser, dan Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA