Hiswana Khawatir Pedagang Elpiji Eceran Membandel

Red: Muhammad Subarkah

 Senin 30 May 2016 11:49 WIB

Pekerja memindahkan tabung gas elpiji 3 kg ke dalam gudang di Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Republika/Wihdan Hidayat Pekerja memindahkan tabung gas elpiji 3 kg ke dalam gudang di Cipinang, Jakarta Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Menjelang memasuki bulan Puasa biasanya ada tambahan pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Akan tetapi, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Garut khawatir tambahan pasokan gas elpiji disalahgunakan pihak yang tak bertanggungjawab.

"Pasti ada penambahan pasokan di waktu-waktu tertentu

tapi tidak dipublikasikan, nanti takut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak benar," kata Ketua Hiswana Migas Kabupaten Garut, Sobur Kuswandar kepada Republika, Senin (30/5).

Sobur mengatakan, kalau pun ada tambahan pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram tidak akan dipublikasikan. Sebab, pihak Hiswana Migas khawatir akan ada pihak yang menimbun.

Menurutnya, yang biasanya melakukan kenakalan di tingkat pedagang eceran. Mereka membuat gas elpiji seolah langka. Itu sebabnya Hiswana Migas Kabupaten Garut tidak mau mempublikasikan kedatangan tambahan pasokan gas eliji.

Dikatakan Sobur, penjual gas elpiji ditingkat eceran perlu diawasi agar tidak ada yang bandel. Menurutnya, tingkat agen dan pangkalan gas elpiji terus dipantau. Jadi, kalau pun ada yang bandel pasti akan ketahuan.

Sementara, Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Romansyah menerangkan, pihaknya selalu melakukan pemantauan pasokan barang. Ia menduga selama ini para pengusaha pangkalan mempermainkan harga gas eliji. Sehingga membuat kenaikan harga gas 3 kilogram sulit dikendalikan.

"Bukan satu atau dua pangkalan saja yang bermain harga, hampir semua pangkalan," katanya.

Rantai Pendistribusian gas, dikatakan Romansyah, juga dinilai terlalu panjang. Sehingga harga gas bersubsidi menjadi mahal. Seharusnya, gas bersubsidi didistribusikan langsung kepada konsumen tanpa melalui pengecer.

Hiswanan Migas Kabupaten Garut biasanya memasok 80 loading order (Lo) gas elpiji setiap harinya ke wilayah Garut. Satu Lo setara dengan 560 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Menjelang bulan puasa akan ditambah pasokannya, namun Hiswana Migas enggan menyebutkan jumlahnya karena khawatir.

Berita Lainnya

Play Podcast X