Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Rangkaian Serangan Bom Baghdad, 77 Orang Tewas

Rabu 18 May 2016 06:16 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Teguh Firmansyah

Serangan bom bunuh diri terus melanda Irak. (ilustrasi)

Serangan bom bunuh diri terus melanda Irak. (ilustrasi)

Foto: Reuters/Atef Hassan

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD — Serangkaian serangan bom yang terjadi di Kota Baghdad, Irak, Selasa (17/5) kemarin, menyebabkan sedikitnya 77 orang tewas dan 140 lainnya luka-luka.

Seperti dikutip laman Al Arabiya, ada tiga serangan bom yang terjadi di Baghdad kemarin. Ketiga peristiwa itu terjadi di lokasi yang berbeda-beda.

Insiden pertama berupa aksi bom bunuh diri yang berlangsung di salah satu pasar di Distrik al-Shaab. Ada 38 orang tewas dan lebih dari 70 korban luka akibat serangan tersebut. Selanjutnya, sebuah bom mobil di kawasan al-Rashid menyebabkan enam orang tewas dan 21 lainnya terluka.

Setelah itu, serangan bom ketiga kembali menghantam Baghdad, tepatnya di sebuah pasar yang berada di Distrik Sadr City—yang didominasi oleh kelompok Syiah. Insiden terakhir ini merenggut nyawa 41 orang dan melukai lebih dari 70 orang lainnya.

Tokoh Syiah Moqtada al-Sadr menilai pemerintah telah gagal dalam memberikan keamanan bagi kelompoknya yang mendiami Sadr City. Menurut dia, pemerintah layak disalahkan atas berbagai kekacuan yang terjadi di Baghdad.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di al-Shaab. Menurut kelompok itu, aksi tersebut dilakukan oleh seorang pria yang diidentifikasi sebagai Abu Khattab al-Iraqi.

Sang pelaku awalnya melemparkan granat tangan dan kemudian meledakkan sabuk bom yang terpasang di badannya.
Sampai sejauh ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden bom ketiga di Baghdad, kemarin.

Baca juga, Laporan Hizbullah Dapat Perintah dari Iran untuk Targetkan Saudi.

 

 

sumber : Al Arabiya
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA