Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Menjadikan Tubuh Sebagai Aset? Simak Kiatnya...

Kamis 05 May 2016 06:29 WIB

Red: Indira Rezkisari

Dengan tubuh dan jiwa yang sehat, seseorang bisa meraih potensi maksimalnya.

Dengan tubuh dan jiwa yang sehat, seseorang bisa meraih potensi maksimalnya.

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, Aset menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan aktiva dan pasiva, kekayaan atau modal.  Definisi umum yang kita pahami, bahwasanya aset adalah segala sesuatu yang kita miliki yang memiliki harga tertentu.

Ketika kita ditanya berapa aset atau harta kita, tentulah secara keuangan kita konversi ke dalam suatu bentuk, misalnya nilai uang. Makanya setiap tahun aset atau harta kita selalu berubah nilai uangnya, bisa naik atau turun, bergantung konversinya.

Jika saya sederhanakan lagi, aset adalah sesuatu yang memasukkan uang ke dalam kantong kita, artinya disebut aset ketika ada yang masuk ke dompet kita. misalnya, kita punya kulkas di rumah, dimana kulkas tersebut menghasilkan es batu dan es batu tersebut kita jual, berarti ada pemasukan ke kantong atau dompet kita.

Berbicara tubuh kita, saya jadi teringat pada Arnold Schwarzenegger, atlet binaragawan dan bintang film yang pernah jadi Gubernur di salah satu Negara bagian di Amrik sana. Sebelum pindah ke Amerika, Mr Arnold mendayagunakan fisiknya secara maksimal.  Dari sebuah desa kecil, beliau joging atau lari secara maksimal tiap hari untuk sebuah mimpi memiliki tubuh yang sehat dan indah.

Jadilah awalnya, tubuh Mr Arnold sebagai sebuah liabilitas, yang mengeluarkan uang dari dompet dikarenakan harus melakukan perawatan, dari mulai pola hidup sehat dengan mengonsumsi makan-makanan yang bergizi hingga suplemen yang mahal.

Sebuah pengorbanan akan selalu terbayar dengan sebuah hasil yang signifikan ketika ditekuni. Dari ikut lomba binaraga tingkat desa dan seterusnya hingga jadi seorang bintang film terkenal, menjadikan tubuh Arnold menjadi sebuah aset yang memasukkan uang ke kantongnya.

Begitupun dengan aset dalam diri kita, ada yang disebut aset otot dan aset lemak.

Masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Lemak adalah pertama zat minyak yang melekat pada daging, gemuk. Kedua berarti sedap atau enak.

Artinya walau lemak bisa menghangatkan tubuh kita, tetapi jika terlalu banyak timbunan lemak dalam tubuh, akan mengakibatkan gangguan pada tubuh kita. Seperti yang mentor saya sering katakan, makanan berlemak tidak akan membuat Anda terserang stroke, kecuali Anda makan setiap hari.

Lemak dalam perspektif motivasi Keuangan, berarti aset lemak yang secukupnya saja kita punya, yang betul-betul kita butuhkan, misalnya barang-barang atau benda-benda yang menunjang aktivitas pekerjaan atau bisnis kita, misalnya kendaraan.

Yang kedua adalah aset otot. Otot adalah urat yg keras, mengotot atau berkeras hati, tidak mau mengalah, tegar hati. Dengan memiliki aset otot, kita akan bisa menghasilkan uang seperti yang Arnold lakukan. Dengan aset otot inilah yang harus kita perbanyak agar menjadi sebuah pemasukan, tentu dengan melihat kondisi tubuh kita masing-masing.

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

twitter.com/h4r1soulputra
www.p3kcheckup.co

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA