Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Jamaah Haji Korban Insiden Mina 2015 Kembali ke Tanah Air

Ahad 01 May 2016 17:46 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Andi Nur Aminah

Ambulans membawa jamaah haji korban insiden Mina.

Ambulans membawa jamaah haji korban insiden Mina.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Nila Moeloek menerima kedatangan jamaah haji asal Sumatra Barat, Hj Culan Kasim (55 tahun), di ruang khusus VIP, bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (1/5).  Hj Culan merupakan jamaah haji yang terserang sakit stroke (heat stroke) kala insiden Mina terjadi pada 24 September 2015 lalu. 

Jumlah korban wafat dari peristiwa nahas itu disebut-sebut mencapai dua ribuan orang. Mereka berasal dari sekitar 30 negara, termasuk Indonesia. “Ada empat sebenarnya (korban insiden Mina). Satu meninggal. Satu, bisa dipulangkan. Satu masih tinggal (belum kembali ke Indonesia) tapi betul-betul keadaannya tidak memungkinkan untuk kita bawa. Dan tentu, Ibu Culan ini, alhamdulillah, bisa kita bawa (kembali ke Indonesia),” ujar Menteri Nila saat jumpa pers di ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Ahad (1/5). 

Hingga berita ini ditulis, pihak Kemenkes belum mengonfirmasi perincian keempat nama korban tersebut. Hj Culan dibawa dengan menggunakan pesawat khusus Medevac (aeromedical evacuation) milik pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Sebab, menurut Menteri Nila, kondisi fisik Hj Culan sangat tidak memungkinkan untuk dibawa dengan pesawat biasa.

Sejak insiden tersebut, Hj Culan hingga kini harus selalu menggunakan alat bantu pernafasan. Sebab, heat stroke telah melumpuhkan sebagian besar saraf motoriknya, termasuk otot pernafasan.

Pesawat Medevac berangkat dari bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah, Sabtu (30/4) pukul 19.00 waktu Arab Saudi. Pesawat tiba di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 12.35 WIB, Ahad (1/5).

Bersama dengan Menteri Nila, turut hadir pula antara lain Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Abdul Djamil, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, utusan dari Kedubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta. Ikut mendampingi pula juru bicara Rumah Sakit Militer Garda Nasional Arab Saudi di Jeddah, Nikmah Nur Hasan Matasif.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA