Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Miliaran Uang 'Hilang' Gara-Gara Banjir di Jabar

Jumat 22 Apr 2016 21:33 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas mengevakuasi warga yang sakit saat banjir melanda kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/4).  (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Petugas mengevakuasi warga yang sakit saat banjir melanda kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (22/4). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan akibat kerugian banjir yang merendam wilayah di Jawa Barat kemarin mencapai miliaran rupiah. Walaupun sebagian wilayah banjir sudah berangsur surut dan menyisakan lumpur namun dampak banjir di beberapa wilayah Jabar kemarin cukup besar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir di Jabar kemarin bukan hanya berada di kawasan tengah sungai. Tetapi juga di bagian hilir sungai. Selain luapan sungai dan tanggulnya jebol di bagian tengah daerah aliran sungai, banjir juga disebabkan adanya pasang air laut di bagian hilir sehingga banjir merendam ribuan rumah. Di Kabupaten Karawang banjir terjadi pada Kamis (21/4) pukul 08.45 Wib.

"Total warga yang terdampak 438 KK atau 1.053 jiwa di 4 kecamatan yairu Kecamatan Telukjambe Barat, Tanjung Mekar, Karawang Kulon dan Tanjungpura," ujar dia, Jumat (22/4).

Daerah yang paling parah terendam banjir adalah Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat dengan 211 KK (606 jiwa) terdampak banjir dengan tinggi banjir mencapai 1,5 meter. BPBD Kabupaten Karawang dan BPBD Provinsi Jawa Barat telah mendirikan tenda pengungsian dan memberikan bantuan logistik kepada korban banjir. Sedangkan banjir di Kota Bekasi merendam beberapa komplek perumahan yang padat penduduk sejak (21/4) pukul 05.30 Wib. Tinggi banjir mencapai 250 - 300 cm. Sebanyak 600 KK atau sekitar 9 ribu jiwa terdampak banjir.

"Hingga Jumat pagi hari tadi beberapa perumahan masih terendam banjir dengan tinggi banjir yang sudah jauh menyurut. Akses jalan rusak dan tertutup lumpur," kata dia.

Komplek perumahan yang terdampak meliputi, Komplek IKIP - Perum Nasio Indah di Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih, Komplek Mustika Gamdaria Setu, Perumahan Lotus Chandra di Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati dan Komplek Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa Kecamatan Jatiasih.

Diungkapkannya, ribuan warga komplek di perumahan tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Masyarakat menyelamatkan dirindi atap-atap rumah atau di tempat yang tinggi. Banyak kendaraan yang terendam banjir. BPBD Kota Bekasi bersama-sama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Senkom Polri, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Posko, tempat pengungsian, dapur umum, logistik, pos kesehatan dan lainnya telah dibangun dan melayani masyarakat.

Di saat bersamaan, banjir juga meredam Desa Bojongkulur, Jatisari dan Tarikolot di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri dan Citeureup di Kabupaten Bogor pada (21/4) pukul 06.30 WIB. Beberapa komplek perumahan terendam banjor, diantaranya Perum Vila Nusa Indah di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri Kab Bogor, Perum Graha Nirwana Desa Jatisari Kec Cileungsi dan Kampung Bojong dan Kampung Taringgul Desa Tarikolot Kec Citeureup. Penyebab banjir di Kabupaten Bogor disebabkan hujan deras selama lebih dari 4 jam sehingga Sungai Cikeas meluap sehingga Desa Bojongkulur banjir. Tinggi banjir 40-150 sentimeter.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA