Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Ketika RA Kartini Mengalah Ikut Poligami

Kamis 21 Apr 2016 19:16 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Museun RA Kartini di Jepara.

Foto:

Mata Kartini gemetar
Hidungya gemetar
Telinganya gemetar
Rambutnya gemetar

Kartini membalas surat itu
Ia tumpahkan dirinya selalu
Air matanya menetes pilu
Begitu panjang kata bertalu
Kartini jelaskan ini dan itu
Sangat detail soal poligami
Sangat detail apa yang ia alami

Air matanya terus mengalir
Dari hulu ke hilir
Menjulur ke tanah menjadi telaga
Ikan berenang di dalamnya
Merasakan Kartini punya derita

Di dalam kotak, surat Kartini letakkan
Berharap pesannya sampai kepada masa depan
Dan Buuum!!!!
Seketika kotak itu raib.
Ajaib!!!

1903, setahun kemudian
Tiada yang bisa menahan
Menikah Kartini
Berpoligami Kartini
Menjadi istri keempat Kartini

Namun  sekolah didirikan kartini
Pendidikan untuk perempuan diperjuangkan Kartini
Emansipasi wanita diimpikan Kartini
Suaminya memahami
Mendukungnya tiada henti
Hingga ajal menjemput Kartini

Soal mengapa ia berpoligami
Sudah ia jelaskan itu dan ini
Ia harap suratnya sampai ke masa depan

Namun tak pernah sampai surat Kartini
Tidak di dalam buku
Habis Gelap Terbitlah Terang
Tidak pula ke tangan sang pengirim

Rosa, aktivis feminis tahun 2016
Yang mengirim surat pedas
Didebat temannya keras

"Kartini sudah lakukan apa yang bisa
BUkan tokoh komik
Super Hero ia!
Berhentilah menggugat
Terima apa yang sudah tersurat"

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA