Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wow, Peringatan Hari Kartini di Purbalingga Dapat Rekor Muri

Kamis 21 Apr 2016 17:33 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Bayu Hermawan

Pekerja pabrik rambut palsu mengenakan pakaian kebaya, dalam rangka memperingati hari kartini di Purbalingga, Jateng, Kamis (21/4).

Pekerja pabrik rambut palsu mengenakan pakaian kebaya, dalam rangka memperingati hari kartini di Purbalingga, Jateng, Kamis (21/4).

Foto: Antara/Idhad Zakaria

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Memperingati 137 tahun Hari Kartini, Pemkab Purbalingga mencatat rekor baru di Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Rekor yang dibuat adalah mengenai pemakaian baju kebaya oleh para karyawati pabrik dengan jumlah terbanyak.

Eksekutif Manager Muri Sri Widayati mengatakan, rekor yang dibuat Pemkab Purbalingga ini tidak hanya merupakan rekor baru di Indonesia, tetapi juga merupakan rekor dunia.

''Rekor ini menjadi rekor yang spektakuler karena pada Hari Kartini ini para pekerja tetap melakukan aktivitasnya walaupun mengenakan kebaya,'' katanya, Kamis (21/4).

Dalam penilaian yang dilakukan, tim penilai dari MURI melakukan pengecekan ke tiga pabrik rambut palsu, terdiri atas PT Boyang Industrial, PT Indokores Sahabat, PT Hyupsung, dan PT Royal Korindah yang seluruhnya merupakan perusahaan modal asing dari Korea Selatan.

Dari pengecekan tersebut, ada sebanyak 12.956 pekerja wanita yang seluruhnya mengenakan kebaya. Para pekerja wanita tersebut meski mengenakan kebaya tetap mampu melakukan pekerjaannya membuat rambut palsu dan bulu mata palsu.

Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini dr Hanung Wikantono mengatakan, upaya penciptaan rekor Muri tersebut merupakan ide Bupati Purbalingga, Tasdi.

''Yang terpenting dari upaya penciptaan rekor ini bukan soal rekornya saja, tapi lebih pada semangat kita dan semangat bersama untuk bekerja bergotong royong, bekerja sama. Terlebih bagi kaum wanita,'' jelasnya.

Bupati Purbalingga, Tasdi, dalam kesempatan tersebut mengatakan, peringatan Hari Kartini bertujuan untuk mengenang perjuangan Kartini, sekaligus melestarikan cita-cita Kartini mewujudkan kesetaraan gender.

''Pada peringatan Hari Kartini kali ini, Purbalingga kembali mencatatkan rekor Muri. Namun, sesungguhnya bukan hanya rekor Muri yang kita harapkan, tetapi spirit dari peringatan Hari Kartini untuk meningkatkan peran wanita dalam berbagai program pembangunan,'' jelasnya.

Hal ini, menurut Tasdi, sudah diwujudkan di Pemkab Purbalingga dengan terpilihnya Dyah Hayuning Prantiwi sebagai wakil bupati. ''Ini tentunya menjadi kebanggaan kaum wanita di Purbalingga karena yang menjabat sebagai wakil bupati dari kalangan perempuan,'' katanya lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA